Sukses Ternak Lele, Terobsesi Bikin Kampung Ikan

by -

Jember, Motim-Arif Sugihartani (45) seorang pengusaha muda asal Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember, mengungkapkan kisah keberhasilanya kepada Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin beserta Panitia Jember SAE (Sehat, Aman dan Eksotis), saat rombongan tersebut mengunjungi lokasi pemijahan lele miliknya, pada Jumat (28/5/2021).

Dengan tekad ingin mensejahterakan masyarakat sekitar,  pengusaha muda tersebut telah berhasil mengontrol roda perekonomian dengan mengembangkan usaha peternakan ikan lele.

banner 728x90

“Setelah sekitar sepuluh tahun saya melakukan pekerjaan ini, dengan hasil yang cukup memuaskan, saya mempunyai program  kampung ikan untuk desa tercinta ini,” tutur Arif saat dikonfirmasi pada Minggu 30/05/2021.

“Dalam program kampung ikan ini, target kami adalah satu rumah satu kolam, kami dari jaringan Bisnis Mandiri Grup akan bekerja sama dengan BUMDES Keting, Pemerintah Kabupaten, Polres Jember dan UNEJ,” kata Arif.

Sekretaris Panitia Jember SAE, Mohamad Isriyadi mengatakan, kreativitas masyarakat Desa Keting sejalan dengan program yang digagas oleh Universitas Jember melalui Lembaga Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat (LP2M) dan Polres Jember.

“Yaitu membangun citra masyarakat Jember Hebat, khususnya di bidang ekonomi,” ucap Isriyadi.

Menurutnya, dorongan Unej dan Polres Jember memacu semangatnya, untuk mencari sosok-sosok Inspiratif bagi masyarakat. “Kami hanya ingin menyampaikan, masyarakat Jember kaya akan ide dan sangat Inovatif,” kata Isriyadi.

Dirinya berpendapat, perekonomian suatu wilayah memang harus dibentuk dari lingkup kecil terlebih dahulu.

“Dari itu, usaha yang dibangun di Desa Keting ini sudah patut dijadikan contoh, usaha kreatif dan edukatif. Sebab, pasar mereka sudah merambah ke luar negeri atau ekspor,” pungkasnya.

Menyikapi tentang usaha makanan ekspor untuk ikan, dalam keteranganya Arif menambahkan bahwa setelah sekian lama berproses, dengan didampingi KKP dari Kementerian, akhirnya dia berhasil membuat pakan ikan berstandar nasional (SNI).

“Dengan didampingi KKP dari Kementerian, akhirnya kami berhasil membuat pakan ikan berkualitas dan berstandar nasional,” ucap Arif.

“Tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, serta lapangan kerja, sehingga mereka tidak harus merantau jauh untuk mencari pekerjaan. Intinya untuk menciptakan kemandirian masyarakat, agar mereka bisa bekerja di desanya sendiri,” pungkasnya.(dop).

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *