Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
LumajangPemerintahan

MUI Lumajang Imbau Penyembelihan Hewan Kurban Perhatikan Protokol Kesehatan

By admin
July 29, 2020

Lumajang, Motim-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lumajang menghimbau masyarakat, agar proses penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan memperhatikan ptokol kesehatan. Termasuk juga Salat Idul Adha, juga harus digelar dengan mematuhui protokol kesehatan.

“Untuk kurban, tetap masyarakat dianjurkan melaksanakan kurban. Hanya yang perlu diperhatikan, bagaimana pelaksanakan penyembelihan hewan kurban dan pendistribusiannya itu menerapkan protokol kesehatan,” kata Ketua MUI Lumajang, KH. Achmad Hanif, Senin (27/7).

Ketika penyembelihan hewan kurban, sebaikanya kata Achmad Hanif, tidak ada kerumunan. “Biasanya terjadi di masyarakat, banyak anak-anak yang kepingin menyaksikan. Agar itu tidak terjadi kontraproduktif dengan upaya pemeberantasan datau menghindari Covid-19,” ucapnya.

Bahkan, juga ada himbauan agar penyembelihan hewan kurban bekerjasama dengan Rumah Potong Hewan (RPH). “Namun tentu buka hal yang mutlak, karena mungkin saja RPH menjadi overload,” ujarnya.

Kemudian terkait Salat Idul Adha, menurutnya tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Sedangkan di daerah dengan penyebaran Covid-19 yang tinggi, harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Salat Ied tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi di daerah itu. Daerah yang peyeberaran Covid-19 tinggi, bukan tidak boleh Salat Ied, ada pilihan-pilihan. Bisa Salat Ied dilakukan dalam jumlah kecil, ada pemecahan (lokasi) Salat Ied. Bukan tidak mungkin secara perorangan atau keluarga bisa dilakukan,” pungkasnya.(fit)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Lumajang Mulai Pembelajaran ‘Guru Sambang Siswa’ di Tengah Pandemi

Next

Perubahan Raperda Trantibum Disahkan

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.