Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
JemberPemerintahan

Bupati Jember Nilai Peran Kades Belum Maksimal

By admin
July 26, 2021

Jember, Motim-Pelanggaran Prokes Covid-19 di sejumlah desa di Jember masih cukup tinggi. Hal ini diduga karena kepala desa kurang maksimal melakukan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Tak heran, angka Covid di wilayah desa meningkat diikuti angka kematian yang tinggi.

Bupati Jember Hendy Siswanto menilai, tak semua kepala desa melakukan edukasi pada warganya. Akibatnya, warga masih belum sepenuhnya paham terkait pandemi Covid-19.

“Mereka melakukan (edukasi), tapi banyak juga yang tidak melakukan,” kata Hendy saat dihubungi via telpon, Senin (26/7/2021).

Menurut dia, edukasi terkait Covid-19 pada warga desa tidak bisa dilakukan hanya sekali. Namun harus berkelanjutan. “Edukasi kepada warga butuh istiqomah, tidak bisa dilakukan hanya sekali,” ucap dia.

Hendy mencontohkan, edukasi pada anak kepala desa sendiri kadang masih belum patuh, apalagi pada masyarakat luas. “Menurut saya, posisi kades belum maksimal. Perlu mengedepankan kemanusiaan,” jelas dia.

Begitu juga dengan dirinya, dia harus terus turun ke masyarakat secara berulang untuk memberikan pemahaman. Bila hanya dilakukan sekali, maka kurang bermanfaat. “Harus berkali-kali datang diteruskan dengan level bawah,” terang dia.

Dia menilai, edukasi terkait Covid-19 itu merupakan panggilan kemanusiaan. Untuk itu, kegiatan edukasi itu bukan pekerjaan, tetapi kewajiban. “Yang manggil hati, bukan pikiran, kalau yang manggil jabatan, saya pastikan mereka tidak akan patuh,” papar dia.

Hendy menambakan, desa sudah memiliki dana 8 persen dari dana desa untuk penanganan Covid-19. Untuk itu,  pihaknya akan memeriksa penerapan dana tersebut untuk keigatan apa saja.

“Mereka kan ada dana desa, 8 persen akan kami periksa untuk apa saja kegiatannya,” tambah dia. Hal itu untuk memastikan agar penggunaan dana itu tidak salah dan tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan. (sp)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Mahasiswa Desak 50 Persen Gaji Dewan untuk Tangani Covid-19

Next

Viral, Video Jenazah Tergeletak di Pinggir Jalan

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.