Inovasi Ramah Lingkungan dari Pelajar Indonesia, Sabun Clearfinity Dikenal sampai ke Mancanegara!
Surabaya Motim – Pelajar asal SMKN 2 Buduran menciptakan inovasi produk ramah lingkungan yang diberi nama Clearfinity, sebuah sabun serbaguna yang menggabungkan bahan alami buah lerak (klerek) dan eco-enzym hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa makanan, kini telah dikenal sampai ke Australia dan Hongkong.
Setelah melakukan riset selama berbulan-bulan, tim Sunfinity Student Company berhasil menciptakan formula sabun ramah lingkungan yang efektif membersihkan sekaligus aman untuk kulit. Clearfinity bisa digunakan untuk mencuci piring, lantai, baju, hingga kendaraan, hanya dengan satu botol praktis.

“Awal mula kami membuat inovasi ini karena kami melihat sungai di depan sekolah kami, setiap hari selalu timbul bau tidak sedap dan sangat kotor, dan dari kami pun tergerak mencoba mengatasi masalah sungai itu, dan kebetulan juga pada saat itu berpikir untuk mencari inovasi sabun yang bisa banyak kegunaan hanya dengan 1 produk, dan akhirnya terbentuklah Clearfinity” Ujar CEO Sunfinity Student Company, Aila.
Clearfinity terbuat dari bahan-bahan yang sebagian besar bersumber dari alam dan ramah lingkungan, seperti buah lerak yang menghasilkan saponin alami sebagai pengganti deterjen kimia berbahaya, eco-enzym dan kulit pisang yang berasal dari limbah organik dan membantu mengurangi sampah serta memperbaiki kualitas air limbah, air suling yang bersih dari zat kontaminan, serta jeruk nipis yang bersifat antibakteri alami tanpa mencemari lingkungan. Metil ester sulfonat (MES) dan lauryl glucoside adalah surfaktan yang lebih mudah terurai dibanding deterjen sintetis biasa, sehingga mengurangi polusi air. Garam dapur (NaCl) digunakan untuk menstabilkan larutan, sedangkan essence pewangi ditambahkan dalam kadar aman agar tetap ramah lingkungan. Kombinasi ini menjadikan Clearfinity mendukung SDGs 12 dengan memanfaatkan limbah dan bahan terbarukan secara bertanggung jawab, SDGs 13 karena mengurangi emisi dan pencemaran dari sabun konvensional, serta SDGs 15 karena semua bahan ini minim dampak negatif terhadap tanah, air, dan keanekaragaman hayati.

“Sabun ini murni terbuat dari bahan alami yang bebas dari bahan kimia, dan kami juga sudah riset bahwa bahan yang kami gunakan aman bagi manusia dan lingkungan, terutama habitat air.” terang CEO Sunfinity Student Company tersebut.
Pemasaran Clearfinity sudah menjangkau seluruh Indonesia, dari Jawa hingga luar pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Penjualan dilakukan lewat kegiatan Car Free Day dengan membuka bazaar, door to door, face to face, serta kerja sama dengan beberapa media partner, seperti komunitas Peduli Sungai Surabaya, bengkel Privateer Motor di Cemeng Bakalan Sidoarjo, influencer Instagram @keykokineta, bekerja sama dengan Kampung Edukasi Sampah, podcast Aspirasi dari UB Radio, KPJRI UB Mart Universitas Brawijaya, Business Center SMKN 2 Buduran, dan platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Shopee selama 6 Bulan terakhir.” Jelasnya.
“Keberhasilan produk ini membawa Sunfinity meraih gelar the best student company Regional Student Company Competition (RSCC) 2025 Sidoarjo pada Sabtu, 26 April 2025. Nantinya, Sunfinity Student Company akan lanjut di Indonesia Student Company Competition (ISCC) 2025 di Jakarta pada 20 Juni 2025 membawa produk Clearfinity ini. Clearfinity menjadi bukti nyata bahwa inovasi ramah lingkungan dari pelajar Indonesia mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian bumi.”pungkasnya.(*/tim/ady)