Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlinePeristiwaSurabaya

Dukung Penurunan AKI dan AKB , Dinkes Jatim Gelar Rakor Lintas Program dan Lintas Sektor

By Redaksi Memo Timur
June 25, 2025

Surabaya Motom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya. Upaya tersebut menunjukkan progres positif, meskipun tantangan di lapangan masih cukup besar.

Kepala Dinkes Prov.Jatim, dr. Erwin Astha Triyono, menyampaikan bahwa tren penurunan angka kematian terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir. “Prinsipnya, hampir tiap tahun kita berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tahun 2023 tercatat 499 kematian ibu, dan pada 2024 turun menjadi 482,” tuturnya, Senin (23/6/2025).

Namun demikian, dr.Erwin menegaskan bahwa angka penurunan bukan satu-satunya indikator keberhasilan. “Kita tidak boleh puas hanya dengan penurunan angka. Targetnya harus seminimal mungkin, bahkan kalau bisa nol,” terangnya.

Para Peserta Rakor Lintas Program dan Lintas Sektor , Mendukung Penurunan AKI dan AKB yang di laksanakan di Hotel Platinum Surabaya.

Berdasarkan evaluasi para ahli obstetri dan ginekologi (obgyn), banyak kasus kematian ibu sebenarnya bisa dicegah. Penyebab utamanya sering kali adalah keterlambatan dalam penanganan atau pengambilan keputusan di berbagai level.

dr.Erwin mengidentifikasi tiga jenis keterlambatan (delay) yang menjadi tantangan utama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

Pertama, keterlambatan pengambilan keputusan di tingkat keluarga. Ini bisa terjadi akibat kehamilan yang tidak diinginkan atau pernikahan yang tidak resmi, sehingga ibu hamil enggan mengakses layanan kesehatan. “Kalau masyarakat tidak mau ditemukan oleh layanan kesehatan, tentu jadi sulit bagi kita untuk melakukan pencegahan,” tegasnya.

Kedua, keterbatasan ekonomi. Banyak warga di kategori miskin ekstrem kesulitan mengakses layanan kesehatan, meskipun telah tersedia fasilitas BPJS. “Pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan BPJS, namun kesadaran masyarakat dan kendala administrasi masih menjadi hambatan,” imbuh dr.Erwin.

Ketiga, keterbatasan pada fasilitas layanan kesehatan. Ini mencakup kurangnya alat medis serta ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antar wilayah. “Ada daerah yang sudah terpenuhi, ada yang masih butuh banyak dukungan,” ucapnya.

Untuk menjawab berbagai tantangan ini, Erwin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Menurunkan angka kematian ibu dan bayi bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi juga perlu dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan,” pungkas dr.Erwin selaku Kepala.Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Plt.Gubernur Jatim Terima Api Obor Porprov Ke IX Jawa Timur dan Resmi Nyalakan di Gedung Grahadi Surabaya

Next

Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan PSHT Surabaya Gelar Rapat Koordinasi Pengesahan Warga Baru

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.