Kadis ESDM Jatim : Pemprov Jatim Dukung Penuh Pengembangan Ekosistem KBLBB di Daerah
Surabaya Motim – ENTREV menjalin kolaborasi lintas sektoral di Jawa Timur melalui Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Ekosistem KBLBB di Surabaya.
Kolaborasi dilakukan untuk mengembangkan infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) terus didorong hingga ke tingkat daerah.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Havidh Nazif menyampaikan pertumbuhan pesat ekosistem KBLBB menunjukkan kalau masyarakat semakin yakin untuk menggunakan kendaraan listrik.
Hal ini perlu terus didukung agar dapat mengurangi emisi karbon dan memutus ketergantungan akan BBM yang didominasi impor.
Lebih lanjut, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Muhammad Fudolah, dia menjelaskan pemerintah telah memberikan dukungan melalui serangkaian regulasi, insentif dan kemudahan yang memprioritaskan kenyamanan serta keselamatan pengguna kendaraan listrik.
“Kementerian ESDM terus melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami harapkan melalui FGD ini dapat meningkatkan keyakinan dari masyarakat untuk beralih dari kendaraan fosil menggunakan kendaraan listrik,” ujar Havidh.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Aris Mukiyono menyampaikan pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh pengembangan ekosistem KBLBB di daerah. Ia optimis komitmen dan kolaborasi dari pemerintah dan masyarakat akan mampu menciptakan ekosistem KBLBB yang berkelanjutan.
“Kami berharap FGD ini ada jalan pintas yang secara singkat bisa dilakukan oleh pemerintah di daerah untuk menguatkan ekosistem ini,” jelasnya,Senin(01/08/2025)
Project Management Unit ENTREV, Eko Adji Buwono mengungkapkan pertumbuhan KBLBB yang pesat di berbagai daerah membutuhkah respons cepat dalam penguatan infrastruktur pendukungnya.
Dia menilai peran pihak swasta dan komunitas lokal, di samping pemerintah, akan semakin krusial untuk meluaskan ekosistem KBLBB hingga daerah.
“Saat ini kami lihat pemerintah masih menjadi agregator utama dalam pengembangan infrastruktur KBLBB di daerah. Kami berharap ke depan ada semakin banyak pihak yang terlibat, termasuk swasta dan komunitas lokal, agar ekosistem KBLBB kita tambah kuat,” paparnya.
Eko membeberkan berbagai peluang dalam ekosistem KBLBB yang masih terbuka, termasuk untuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), industri pengolahan baterai bekas, hingga pasar kendaraan listrik bekas.
“Peluang bisnis di ekosistem KBLBB ini masih terbuka lebar. Apalagi pemerintah memberikan berbagai insentif, baik untuk bisnis maupun masyarakat pengguna. Kami melihat ini adalah peluang yang sangat potensial untuk dimanfaatkan bersama,” pungkasnya.(*/ady)