Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineJember

UIN KHAS Jember Luncurkan Griya Moderasi Beragama

By Redaksi Memo Timur
August 6, 2025

Jember,Motim – UIN KHAS Jember resmi meluncurkan program Griya Moderasi Beragama sebagai langkah konkret implementasi moderasi beragama, Rabu (6/8/2025) di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember .

Rektor UIN KHAS Jember , Prof.Dr.Hepni menegaskan program ini bukan sekedar wacana, namun aksi nyata dalam memupuk nilai-nilai toleransi dan kerja sama lintas iman.

“Saya kira strategi program ini sebagai embrio moderasi beragama yangimplementatif.Tidak hanya teori, tapi benar-benar dijalankan secara nyata,” ujar Prof.Hepni.

Ia menambahkan, simbol penanaman pohon menjadi pengingat bahwa setiap orang, apapun agamanya, memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam semesta.

“Maknanya penanaman pohon adalah simbol kontribusi lintas agama bagi bumi dan kemanusiaan,” tambahnya.

Program ini digagas oleh LP2M UIN KHAS Jember dan melibatkan KUA, Griya, serta unsur lintas agama seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Prof. Hepni menekankan pentingnya mendesaknya kerja sama, bukan hanya aksi sesaat. Kolaborasi harus terus dijaga dan dikembangkan secara strategis.

“Ini pintu masuk. Model kolaborasinya harus awet, tidak hanya sekali aksi lalu bubar,” ungkapnya.

Penyuluh Agama Kristen dari Kemenag Jember mengapresiasi keterlibatan aktif lintas iman, khususnya dalam gerakan eko-teologi yang menyentuh aspek spiritual dan lingkungan.

“Saya bersama penyuluh KUA sangat kompak mempersiapkan kegiatan ini, dan akan kami perluas ke masyarakat Kristen,” jelasnya.

Ia berencana mengundang pimpinan dan gereja sekolah teologi untuk mendukung gerakan eko-teologi sebagai bagian dari moderasi beragam yang menyentuh akar rumput.

“Targetnya adalah menyebarkan pemahaman kesatuan dalam eko-teologi secara luas,” tambahnya.

Menurutnya, selain diskusi akademik, aksi nyata juga penting. Termasuk melibatkan aktivisme lingkungan dari berbagai agama di Jember .

Shoni Rahmatullah Amrozi, Kepala Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN KHAS Jember , menyebut peluncuran ini sebagai pembuka dari rangkaian program jangka panjang.

“Peluncuran ini adalah awal Griya Moderasi Beragama di Kaliwates. Roadmap dan buku panduan sudah kami siapkan,” ujar Shoni.

Buku tersebut akan dirilis dan dibagikan kepada publik pada tanggal 26 Agustus 2025 sebagai bagian dari pendidikan toleransi di masyarakat.

“Nilai toleransi yang kami tekankan adalah cinta kasih, keadilan, kedamaian dan kebersamaan,” tutupnya.

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

BPBJ Jatim Tampilkan Jatim Bejo di Opening Ceremony The 12th K-UKM Expo 2025 di Royal Plaza

Next

Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Sosialisasi Teknologi Pembakar Minim Asap

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.