Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineJember

PKDP di UIN KHAS Jember Cetak Dosen Muda Solutif dan Inspiratif

By Redaksi Memo Timur
July 21, 2025

Jember, Motim – UIN KHAS Jember kembali menjadi tuan rumah Dalam Kursus Pengabdian Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025.

Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 Juli 2025.

PKDP 2025 menghadirkan dosen-dosen pemula dari 26 perguruan tinggi swasta wilayah Tapal Kuda.

Peserta berasal dari Banyuwangi , Jember , Situbondo , Bondowoso , hingga Probolinggo .

Direktur PTKI, Prof. Sahiron, hadir dengan berani memberikan Berbagai pembuka yang inspiratif.

“Kita membutuhkan dosen muda yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Prof. Sahiron.

Ia menegaskan, dosen muda harus lincah menghadapi perubahan sosial dan teknologi.

“Tidak cukup hanya cakap akademik, dosen harus mampu beradaptasi dengan dunia yang terus berubah,” tambahnya.

Rektor UIN KHAS Jember , Prof. Hepni, turut membuka kegiatan secara langsung di Hotel Luminor Jember .

“Dosen itu bukan sekedar menyampaikan ilmu, tapi juga membentuk karakter mahasiswa,” tegas Prof. Hepni.

Menurutnya, transparansi dalam akademik menjadi prinsip yang wajib dijaga dosennya.

“Penilaian harus terbuka, etika akademik ditegakkan, dan kepercayaan dengan siswa dibangun,” ujarnya.

Prof. Hepni menekankan pentingnya dosen yang bersifat solutif dalam menghadapi permasalahan.

“Kesuksesan itu bukan soal banyaknya pencapaian, tapi seberapa banyak masalah yang terselesaikan,” katanya.

Ia memperkenalkan dua metode pembelajaran untuk dosen muda, yakni Mukidi dan PAKEM.

Mukidi adalah singkatan dari Menyenangkan, Unik, Kreatif, Inspiratif, Demokratis, dan Inovatif.

Sementara PAKEM merupakan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.

Menurutnya, pendekatan ini relevan untuk menciptakan suasana belajar yang humanis dan energik.

Ia juga mendorong dosen muda mengembangkan kemampuan berpikir dan berbicara secara naratif.

“Setiap pernyataan harus berdasarkan nalar dan hujah kuat agar diskusi akademik sehat,” katanya.

Kegiatan PKDP 2025 ini diharapkan mampu mencetak dosen-dosen muda yang solutif, inspiratif, dan menyenangkan.

Acara pembukaan ditandai dengan pengalungan KTP kepada empat perwakilan peserta PKDP Batch 1.

Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Rektor I, Ketua LPM, dan Ketua SPI UIN KHAS Jember .

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Dinas Perumahan Rakyat ,Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jawa Timur Hadirkan Inovasi Sistem Informasi PAD Rusunawa: Wujudkan Tata Kelola Modern dan Transparan

Next

PPL Mahasiswa UIN KHAS Dibekali Strategi Hadapi Kekerasan dan Isu Keluarga

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.