Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineJember

UIN KHAS Jember Tambah Empat Guru Besar

By Redaksi Memo Timur
July 3, 2025

Jember, Motim – Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali mencatat tonggak penting dalam kiprah akademiknya. Empat guru besar resmi dikukuhkan, Kamis, 3 Juli 2025.

Acara pengukuhan berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu, berlangsung khidmat. Masing-masing guru besar berasal dari keilmuan yang berbeda-beda, mencerminkan kekayaan intelektual berbasis Islam itu.

Mereka adalah Prof Dr Sri Lumatus Sa’adah (Hukum Perdata), Prof Dr Fawaizul Umam (Filsafat Agama), Prof Dr Rafid Abbas (Ilmu Hadis Ahkam), dan Prof Dr Kasman (Ilmu Hadis).

Rektor UIN KHAS Jember , Prof. Hepni Zein, menyebut pencapaian ini bukan sekadar penambahan jumlah, tetapi juga penguatan institusi secara strategis.

“Empat guru besar ini hadir dari spektrum ilmu yang berbeda. Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi bentuk konkret penguatan lembaga secara keilmuan,” ujar Hepni.

Ia menegaskan bahwa kampus tidak cukup menjadi menara gading. Para guru besar, katanya, harus mampu membumikan ide besar dan penelitian mereka ke masyarakat luas.

“Saya harap, pikiran mereka memberi makna mendalam dan manfaat nyata. Jangan jadi guru besar dengan gagasan kecil,” katanya sambil tersenyum.

Prof. Hepni juga menekankan pentingnya peran guru besar dalam menjawab permasalahan masyarakat. UIN KHAS, menurutnya, harus adaptif dan responsif terhadap zaman.

“Kampus ini tumbuh dari rahim masyarakat. Maka hasil penelitian dan pemikiran dosennya harus kembali menjadi cahaya bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan tambahan ini, total guru besar di UIN KHAS kini menjadi 25 orang. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, sebagian besar berasal dari studi Islam dan sosial.

Keberadaan para profesor ini kian meneguhkan UIN KHAS sebagai pusat ilmu pengetahuan di wilayah Tapal Kuda, bahkan nasional.

“Mereka ini adalah referensi. Ketika masyarakat membutuhkan panduan atau edukasi di bidangnya, para pakar ini harus hadir,” kata Hepni.

Pihak kampus menyebut pengukuhan ini sebagai bentuk akuntabilitas keilmuan. Mereka yang dikukuhkan telah melewati proses tasih ketat oleh negara.

Sebagai kampus keagamaan, UIN KHAS terus mendorong sinergi antara tradisi ilmiah dan kebutuhan masyarakat. Pengukuhan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang institusi.

 

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemerintah Pusat Bersama UIN KHAS Jember Sosialisasikan Rumah Subsidi untuk PMI

Next

2.592 Karyawan Pabrik Rokok HM Sampoerna Terima Bantuan , Gubernur Khofifah Gelontorkan BLT DBHCHT Rp19,8 Miliar

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.