Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Gubernur Khofifah Susur Sungai Kali Surabaya “Jaga Sungai Berarti Menjaga Kehidupan , Jaga Lingkungan Berarti Menjaga Masa Depan Jawa Timur

By Redaksi Memo Timur
October 19, 2025

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat mengubah total pandangan terhadap sungai dari sekadar tempat pembuangan menjadi “halaman depan kehidupan”. Ajakan ini disampaikan Khofifah saat memimpin kegiatan Susur Sungai Surabaya sejauh 7,7 kilometer, Minggu (19/10/2025).

Sekdaprov.Jatim Adhy Karyono bersama Plt.Kepala DLH Jatim Nurkholis ketika akan melakukan kegiatan Susur Sungai kali Surabaya.

Aksi yang melibatkan jajaran TNI Angkatan Laut, Korps Marinir, dan masyarakat ini bukan hanya seremoni, tetapi simbol nyata sinergi pemerintah dan warga dalam memulihkan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, sekaligus bagian dari peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur dan World Clean Up Day 2025.

Dalam suasana terik mentari, Gubernur Khofifah bersama rombongan menyusuri sungai dari Waru Gunung hingga Karah Rolag. Gubernur menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya menumbuhkan kesadaran baru di masyarakat bantaran sungai.

“Sungai bukan lagi halaman belakang yang bisa kita jadikan tempat membuang Pampers atau limbah rumah tangga. Sungai harus kita lihat sebagai halaman depan kehidupan kita,” tutur Gubernur Khofifah di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, sungai adalah nadi kehidupan dan perubahan bisa terjadi jika semua pihak bergerak bersama.
Kegiatan susur sungai yang mengusung tema “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh” ini diawali dengan apel di Pos 1 Waru Gunung, dilanjutkan dengan pelepasan 15 ribu benih ikan Bader sebagai upaya pemulihan ekosistem air.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan serangkaian kegiatan lingkungan: penanaman tanaman hidroponik di Karangpilang, kampanye edukasi Balik Kanan di Pagesangan yang mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan air, hingga penanaman bibit cabai, terong, dan tomat di Pos Karah Jambangan.

Gubernur juga menyerahkan drop box sampah di setiap pos sebagai awal penertiban sistem pembuangan sampah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Nurkholis, menjelaskan bahwa kegiatan susur sungai adalah bagian dari strategi besar Pemprov Jatim menjaga kualitas lingkungan hidup, di mana fokusnya tidak hanya pada aksi bersih, tetapi juga edukasi dan pencegahan pencemaran limbah industri.

Komitmen ini membuahkan hasil signifikan, di mana Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur pada tahun 2024 tercatat sebagai yang terbaik se-Jawa.” Jelasnya.

Meski demikian, Nurkholis menegaskan capaian tersebut bukan garis akhir. “Target kami adalah naik level. Dari masyarakat sadar lingkungan menjadi masyarakat yang menjadikan kelestarian sungai dan lingkungan sebagai gaya hidup,” imbuhnya.

Aksi susur sungai ini juga diwarnai momen hangat, seperti ketika rombongan Gubernur berhenti di Karangpilang untuk menyapa warga yang sedang menggelar hajatan. Momen itu menunjukkan kedekatan pemerintah dan rakyat, sekaligus simbol kuat semangat gotong royong di Jawa Timur.

Di akhir kegiatan, Gubernur Khofifah menekankan bahwa menjaga sungai adalah investasi masa depan. “Jaga sungai berarti menjaga kehidupan. Jaga lingkungan berarti menjaga masa depan Jawa Timur,” tutupnya, menyerukan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara semua elemen masyarakat. (*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemprov Jatim Keluarkan Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor di Jatim terbaru 2025

Next

Dampak Cuaca Ekstrem , Pemprov Melalui Disbun Jatim Turun Bantu Petani Tembakau

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.