Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineHukum dan KriminalPemerintahanPeristiwaSurabaya

Dinas ESDM Jatim Gerak Cepat , Tanah Gerak di Mendak Madiun Makin Mengkhawatirkan, Warga Harus Segera Direlokasi

By Redaksi Memo Timur
November 10, 2025

Surabaya Motim – Bencana tanah gerak di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan. Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Relokasi warga yang terdampak menjadi opsi yang harus segera dilakukan pemerintah daerah. Rekomendasi itu disampaikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim setelah melakukan survei bersama tim kaji cepat dari Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Desa Mendak, Jumat (7/11/2025).

Menindaklanjuti laporan adanya retakan tanah yang meluas di wilayah tersebut.Penanganan Darurat Dipercepat Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas SDM Provinsi Jawa Timur, Ertika Dinawati menyatakan, rencana relokasi warga terdampak menjadi opsi yang sedang dikaji pemerintah.

“Relokasi merupakan langkah tepat, namun harus disesuaikan dengan kondisi anggaran yang saat ini sedang masa efisiensi,” kata Ertika.

Ertika mengatakan, penanganan tanah gerak harus memprioritaskan keamanan dan kenyamanan masyarakat terdampak.

Sementara itu, Divisi Teknik Geofisika ITS, Muhammad Haris Miftakhul Fajar menyatakan, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan retakan tanah di Desa Mendak bersifat menyebar cukup luas sekitar 50 meter dengan karakter vertikal. Kondisi itu berpotensi menyebabkan penurunan tanah. Tak hanya itu, hasil observasi menggunakan GPS, drone, dan alat survei geologi menunjukkan tanah di kawasan itu sudah sangat rapuh.

“Batuan dasarnya sebenarnya cukup keras dan kuat untuk pondasi, tetapi karena berada di lereng gunung dan pelapukannya sangat intensif. Kondisi itu menjadikan kekuatannya berkurang,” kata Harris.

Menurut Harris, faktor lokasi yang berdekatan dengan kawasan Ngebel dan adanya mata air panas turut mempercepat proses pelapukan. Bahkan, ketebalan lapisan tanah lapuk di daerah itu mencapai 10 meter. Dengan demikian pergerakan tanah bisa terus terjadi meski baru awal musim hujan.

Harris menambahkan saluran air terbuka di sekitar area retakan memperburuk kondisi tanah. Kondisi itu terlihat dari kegiatan rumah tangga yang terus menerus tanpa menunggu hujan sehingga mempercepat pergerakan tanah. Ia mengatakan persoalan itu harus menjadi perhatian serius warga dan pemerintah setempat. Selain itu pemerintah harus segera memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di kawasan tersebut untuk memantau potensi longsor. Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur sepekan terakhir menyebabkan retakan tanah sepanjang 500 meter di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kondisi itu mengakibatkan delapan rumah di Desa Mendak dilaporkan rusak. Untuk menjaga keselamatan warga, belasan warga yang tinggal di delapan rumah itu diungsikan ke tempat aman malam ini, Kamis (30/10/2025).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis yang dikonfirmasi Kamis (30/10/2025) menyatakan, hasil pengecekan petugas di lapangan, tanah retak sudah mencapai 500 meter di wilayah Desa Mendak, Kecamatan Dagangan. Tanah retak melanda desa itu setelah hujan deras sering mengguyur sejak sepekan terakhir. “Tadi siang petugas mengecek ke lokasi tanah retak yang berada di Dusun Mendak, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan. Setelah dilakukan pengecekan petugas mendapati retakan tanah yang dapat berpotensi terjadi tanah longsor sepanjang 500 meter dengan kondisi leter U,” pungkasnya.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Dinkes Jatim Kampanyekan TOSS TBC 2025 di area Car Free Day (CFD) Jl.Tunjungan

Next

Wagub Emil Ajak Masyarakat Teladani Nilai Perjuangan Pahlawan Menuju Indonesia Emas 2045

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.