Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlinePemerintahanPeristiwaSurabaya

UIN KHAS Jember Hadirkan Ulama Diskusi Moderasi Beragama

By Redaksi Memo Timur
November 5, 2025

Jember,Motim  – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Sarasehan Ulama dan Akademisi bertajuk “Menalar Moderasi Beragama di Tengah Dinamika Global”, Rabu (5/11/2025).

Acara ini menghadirkan para ulama, akademisi, dan mahasiswa untuk berdialog tentang peran Islam serta perguruan tinggi keagamaan dalam menjaga keseimbangan antara tradisi, ilmu, dan tantangan zaman.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda Islam agar tetap berkarakter di tengah perubahan global yang cepat dan kompleks.

Dalam paparannya, Prof. Hepni memperkenalkan tiga tipologi generasi ideal bagi mahasiswa UIN KHAS: Robbi Rodiya, Qowiyyul Amin, dan Ulul Albab.

“Robbi Rodiya hidup dalam ridha Allah. Qowiyyul Amin adalah pribadi kuat dan amanah, sedangkan Ulul Albab berpikir mendalam dan bijak dalam menimbang realitas,” jelasnya.

Menurutnya, moderasi beragama menjadi kunci menjaga harmoni sosial di tengah krisis identitas dan polarisasi ekstrem akibat derasnya arus informasi global.

“Moderasi bukan kompromi lemah, melainkan jalan lurus yang meneguhkan keseimbangan antara iman dan kemanusiaan, teks dan konteks, masa lalu dan masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti empat pilar kebangkitan peradaban Islam modern: akhlakul karimah, ilmu pengetahuan, ukhuwah Islamiyah, dan kedermawanan.

Empat nilai itu, lanjutnya, wajib tertanam dalam diri mahasiswa agar menjadi kekuatan moral sekaligus intelektual yang membawa manfaat bagi dunia.

“Saat nilai moral, ilmu, persaudaraan, dan kepedulian sosial bersatu, di situlah lahir generasi Islam rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.

Para peserta menilai visi tersebut relevan dengan tantangan zaman, menjadi arah strategis perguruan tinggi Islam menuju peradaban yang inklusif dan berkemajuan.

“Di tengah arus globalisasi yang mengikis nilai, kita harus jadi pelaku sejarah, bukan sekadar penonton. Moderasi beragama adalah napas peradaban Islam yang menyejukkan dunia,” tutup Prof. Hepni.

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Khofifah Bersama Kaka Slank “Nandur” Mangrove di Bangkalan, Kendarai Scooter Listrik Ajak Jaga Alam dan Lingkungan Sekitar.

Next

Tiga Dosen UIN KHAS Jember Raih Prestasi Internasional

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.