Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlinePeristiwa

Plt.Kepala DLH Jatim Bangun Masjid Nurul Hayat di Resmikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa

By Redaksi Memo Timur
December 30, 2025

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Masjid Nurul Hayat yang berada di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Senin malam (29/12/2025). Peresmian masjid tersebut dirangkaikan dengan penyerahan berbagai penghargaan di bidang lingkungan hidup serta kegiatan keagamaan.

Gubernur Khofifah di Dampingi Plt.Kepala DLH Jatim Nurkholis , Sekdaprov.Jatim Adhy Karyono bersama Para Kiai dan Ulama Jatim Dalam Peresmian Masjid Nurul Hayat di Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur.

Acara ini dihadiri sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur sekaligus Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya, KH Ahmad Muzakki Al-Hafidz, serta Prof. Dr. KH Ali Aziz yang memberikan tausiah. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, pimpinan OPD, perwakilan perguruan tinggi, BUMN, TNI, serta mitra strategis Pemprov Jatim.

Gubernur Khofifah Berikan Tanda Tangan di Prasasti Batu di Masjid Nurul Hayat Dinas Lingkungan Hidup Jatim.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme kerja dan kecerdasan spiritual. Menurutnya, pembangunan masjid di lingkungan kerja bukan hanya simbol keimanan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan integritas, amanah, dan produktivitas aparatur.

“Kalau salatnya baik, insyaallah kerjanya baik. Kalau salatnya baik, insyaallah amanah dan jujur. Inilah keterkaitan antara pendekatan profesional dengan kecerdasan spiritual,” ujarnya.

Khofifah juga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi seperti ITS yang telah berkontribusi dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi kabupaten/kota se-Jawa Timur agar pengelolaan sampah semakin efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, Khofifah menyampaikan kondisi terkini cuaca ekstrem dan dampak perubahan iklim. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Jatim terus berupaya memitigasi risiko bencana melalui operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan BMKG dan Basarnas, meskipun hingga kini metode pengendalian angin kencang masih belum ditemukan.

“Dunia akademik dan teknologi sudah berikhtiar maksimal, namun semuanya harus diiringi dengan doa. Kita berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan perlindungan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Nurkholis dalam laporannya menyampaikan berbagai capaian Jawa Timur di tingkat nasional di bidang lingkungan hidup. Jawa Timur berhasil menjadi provinsi dengan peraih penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) terbanyak, serta meraih puluhan penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Nasional. Selain itu, DLH Jatim juga melakukan pembinaan ratusan desa dan kelurahan melalui program Bersih dan Lestari serta mengembangkan program Eco Pesantren.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Masjid Nurul Hayat tidak hanya dimaknai sebagai penyediaan sarana ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan budaya kerja aparatur yang berlandaskan nilai moral dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Masjid ini kami harapkan menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus penguat etika kerja. Lingkungan yang bersih dan lestari harus berjalan seiring dengan hati yang bersih dan niat yang lurus,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid tersebut dilaksanakan selama sembilan bulan sembilan hari dan tidak menggunakan dana APBD. Pembangunan dilakukan secara mandiri melalui gotong royong pegawai, dukungan mitra, serta jejaring pertemanan.

“Alhamdulillah, masjid ini dibangun dengan kemandirian. Kami hanya pelaksana, sementara semua atas restu dan doa Ibu Gubernur. Pembangunan masjid ini juga memberikan efek domino berupa penataan lingkungan kantor yang lebih hijau dan asri, mulai dari paving ramah lingkungan hingga penanaman puluhan pohon peneduh,” tambahnya.

Setelah penyerahan penghargaan, penyerahan cinderamata dari plt Kepala DLH Jatim Nurkholis pada Gubernur Khofifah, dan acara ditutup dengan tausiah Imam Besar Masjid Al Akbar dan doa bersama hingga peresmian Masjid Nurul Hayat.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Khofifah Bersama Kepala Basarnas Tinjau Kesiapan Angkutan Nataru di ASDP Ketapang, Pastikan Kelayakan Armada dan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

Next

Pergerakan Wisatawan Tembus 19,8 Juta Lebih di Masa Libur Nataru 2026, Gubernur Khofifah Optimis Jatim Tetap Jadi Magnet Wisata Nasional

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.