Pemprov Jatim Perkuat Pesantren Sehat Berdaya Melalui Diseminasi Hasil Pemetaan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen pengembangan kesehatan pondok pesantren sebagai bagian dari pembangunan kesehatan berbasis komunitas. Komitmen tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pengembangan Fasilitasi Pondok Pesantren, khususnya pada aspek kesehatan dan kemandirian pesantren.

Berdasarkan data Profil Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per 27 Januari 2026, tercatat sebanyak 4.264 pondok pesantren tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 2.095 pesantren telah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Keberadaan pesantren dinilai memiliki daya ungkit yang besar dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, termasuk pencapaian Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur.
Dalam rangka optimalisasi pembinaan pesantren, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menginisiasi penguatan program *IKI PESAT JATIM (Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi Pesantren Sehat Provinsi Jawa Timur)*. Penguatan ini ditandai dengan pembentukan *Tim Pembina Pesantren Sehat Tingkat Provinsi* melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/317/013/2025 untuk periode 2025–2030.
Tim Pembina Pesantren Sehat melibatkan unsur *pentahelix*, yaitu pemerintah, organisasi non-pemerintah, media, civitas akademika, dan organisasi kemasyarakatan. Pembentukan tim ini bertujuan memastikan pembinaan pesantren sehat berjalan secara lintas sektor, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Sebagai bagian dari penguatan kebijakan berbasis data, pada akhir tahun 2025 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan *Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)* serta *Universitas Airlangga* melaksanakan pemetaan kondisi pondok pesantren di Jawa Timur. Pemetaan ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, potensi, serta tantangan yang dihadapi pesantren dalam pengembangan kesehatan.
Hasil pemetaan tersebut dituangkan dalam sebuah buku berjudul *“Inisiasi Pesantren Sehat Berdaya” yang didiseminasikan kepada beberapa lintas sektor terkait pada Rabu (11/02/2026) bertempat di Dinkes Jatim.
Buku tersebut menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak selalu harus dimulai dari institusi baru, melainkan dapat bertumpu pada institusi yang telah lama berakar kuat di tengah masyarakat. Pesantren diposisikan sebagai sumber daya sosial dan kultural yang strategis dalam merespons tantangan kesehatan kontemporer secara berkelanjutan.
Di Jawa Timur, di mana pesantren memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat, pendekatan ini menempatkan pesantren bukan sekadar sebagai lokasi penerapan program, melainkan sebagai arena pembentukan kesadaran dan rasionalitas kesehatan komunitas. Pembangunan kesehatan dipahami sebagai kerja kebudayaan yang menuntut dialog, kolaborasi, dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang telah lama hidup di masyarakat.
Kajian Pesantren Sehat Berdaya dirancang sebagai proses berkelanjutan. Pasca pemetaan, pesantren akan terus didampingi melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan perangkat daerah, puskesmas, organisasi profesi, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Dalam program ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berperan sebagai penggerak dan fasilitator utama. Sejak awal, pesantren diposisikan sebagai subjek dan mitra aktif pembangunan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, *Prof. Dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., M.A.R.S.*, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pembangunan kesehatan pesantren.
“Melalui kegiatan ini, pesantren diharapkan tidak hanya diposisikan sebagai objek intervensi, tetapi sebagai subjek dan mitra aktif yang berdaya dalam pembangunan kesehatan, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan pondok pesantren sehat berdaya di Jawa Timur,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi yang lebih intensif, inovatif, dan variatif guna mempercepat terwujudnya *Pesantren Sehat Berdaya* yang berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur.(*/ady)