Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineHukum dan KriminalPeristiwaSurabaya

Bangun Sinergi dan Kolaborasi , Gubernur Khofifah Lantik 128 Kepala Sekolah SMA,SMK ,SLB Negeri Se Jatim

By Redaksi Memo Timur
March 27, 2026

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
“Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu Kepala Sekolah yang baru saja dilantik dapat menjadi pemimpin yang amanah dan inovatif, sehingga mampu melahirkan para murid yang sukses dan unggul,” ujar Khofifah, dalam siaran resminya, Kamis (26/3/2026).

Gubernur Khofifah di dampingi Kadis Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai lantik 128 Kepala Sekolah SMA,SMK dan SLB Negeri du Gedung Grahadi Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga memimpin doa bersama agar para kepala sekolah yang dilantik mampu menjadi pemimpin yang amanah, inovatif, serta melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.

Pelantikan itu dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1008/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah yang ditetapkan di Surabaya pada 9 Maret 2026. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa para kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Panjenengan diberikan otoritas untuk mengelola SDM di SMA, SMK, dan SLB. Dari tangan panjenengan inilah akan lahir generasi yang siap menjemput Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia maju dengan kemiskinan yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa kepala sekolah harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan menjadi teladan di lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah hari ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Harus inovatif, kreatif, responsif terhadap perubahan, sekaligus menjadi role model,” katanya

Menurutnya, kemampuan mengelola potensi sekolah secara cepat, tepat, dan terarah menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Dengan kepemimpinan yang kuat, seluruh elemen sekolah diharapkan dapat bergerak selaras untuk mencapai kualitas pembelajaran yang lebih baik.

Dalam konteks penguatan ekosistem pendidikan, Khofifah juga mendorong pentingnya komunikasi yang intensif serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Bangun sinergi, kolaborasi, dan koordinasi sebaik mungkin. Kemitraan dengan dunia usaha dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan sejumlah sekolah di Jawa Timur yang mampu berkembang pesat melalui kemitraan strategis dengan industri, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah mengingatkan pentingnya menjaga suasana sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

“Pastikan anak-anak kita secara psikologis dalam keadaan baik. Bangun persaudaraan yang kuat, sehingga tidak ada ruang bagi bullying maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” pesannya.

“Pendidikan adalah ruang pertumbuhan, bukan ruang hukuman. Karena itu, hindari pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,”pungkasnya(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Peringatan Hari Air Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Akses Air Bersih untuk Semua

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.