Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Wagub Emil Elestianto Dardak Sidak Stok Distribusi LPG Berjalan Aman dan Lancar

By Redaksi Memo Timur
April 7, 2026
Wagub Emil Elestianto Dardak didampingi Kadis ESDM Jatim Aris Mukiyono dan Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Tbk Regional Iwan Yudha Wibawa ketika meninjau Langsung Distributor LPG di Jemursari Surabaya.

Surabaya Motim – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan rantai distribusi LPG tiga kilogram berjalan aman dan stoknya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setiap 20 hari ke depan.

Hal itu disampaikan Emil waktu meninjau pangkalan LPG milik Nur Komari di Jalan Jemursari II No.74, Kota Surabaya, Senin (6/4/2026).

Wagub Jatim mengatakan, pemerintah terus berupaya memastikan stok LPG mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun yang lebih penting, adalah memastikan rantai suplai berjalan lancar di tengah gejolak geopolitik global.

Wagub Emil Elestianto ketika meninjau Langsung Distributor LPG di Jemursari Surabaya.

“Yang lebih penting adalah memastikan distribusinya berjalan lancar. Artinya, ketika dibutuhkan, apakah pasokan bisa segera datang atau tidak,” ujar Emil.

Kendala suplai tersebut sempat berdampak di Kabupaten Tuban. Yang mana masyarakat tengah mengalami kelangkaan gas LPG tiga kilogram.

Namun Emil mengklaim bahwa suplai LGP terus dikirim ke Tuban dan sudah mulai berdatangan untuk mengatasi kelangkaan.

“Dari hasil peninjauan di lapangan, termasuk di Tuban, terlihat bahwa suplai LPG terus berdatangan. Warung-warung di sepanjang jalan juga masih mendapatkan pasokan secara rutin,” jelasnya.

Kondisi langkanya gas LPG sebelumnya juga dirasakan warga Kabupaten Banyuwangi. Namun, Emil menyebut kondisi itu dipengaruhi oleh melonjaknya kebutuhan masyarakat dalam satu waktu.

Guna mengatasi kelangkaan di Banyuwangi, Pertamina telah menambah pasokan LGP sebanyak 73 persen dari ketersediaan normal.

“Banyak masyarakat membeli dalam jumlah besar secara bersamaan. Untuk mengatasi hal tersebut, pasokan ditambah 73 persen dari kondisi normal. Saat ini, di Banyuwangi sudah kembali lancar dan tidak terjadi hal serupa di daerah lain,” katanya.

Emil juga menyebut bahwa Pertamina memberikan jaminan distribusi LPG melalui 36.000 pangkalan di seluruh Jawa Timur.

Apabila ditemukan harga LPG yang mahal di tingkat warung atau pengecer, Emil mengimbau agar masyarakat perlu mengecek ke pangkalan.

“Karena harga resmi di pangkalan dijamin sesuai ketentuan. Distribusi LPG subsidi memang dilakukan melalui pangkalan, sementara pengecer masih diperbolehkan menjual dengan harga wajar. Harga di pangkalan sekitar Rp18.000,” ucapnya.

Selain itu, Wagub Jatim Emil Dardak tersebut memastikan bahwa total stok LPG 3 kilogram akan tersedia hingga 20 hari termasuk yang masih dalam perjalanan ke Indonesia.

“Perbedaan angka stok ini sering disalahartikan. Angka 4,4 hari adalah stok yang siap didistribusikan di depo, sedangkan total stok bisa mencapai 20 hari karena termasuk yang masih dalam perjalanan,” ungkapnya.

Di sisi lain Iwan Yudha Wibawa Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Tbk Regional Jatimbalinus mengatakan bahwa stok LPG yang siap disalurkan ke depo berada di kisaran 4,4 hari.

Namun, Iwan menegaskan bahwa angka 4,4 hari tersebut tidak mencerminkan keseluruhan stok. Sebab yang penghitungan stok hanya di titik distribusi akhir.

Apabila stok LPG dihitung secara nasional, termasuk yang berada di kapal, pelabuhan dan dalam perjalanan, maka total stok mencapai 20 hari. Namun bukan berarti 20 hari setelahnya stok kosong, Iwan menyebut pasokan tetap tersedia.

“Jadi, penting untuk tidak hanya melihat angka 4,4 hari tanpa memahami konteksnya. Stok yang berada di depo adalah bagian dari rantai distribusi, sementara stok lainnya masih dalam proses pengiriman atau sedang sandar di pelabuhan. Sistem pencatatan stok regional dan nasional juga berbeda,” ujarnya.

Iwan menegaskan bahwa Pertamina akan berupaya memastikan ketersediaan energi tetap aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dengan mengacu standar stok nasional di atas tujuh hari.

“Pertamina memastikan bahwa ketersediaan energi tetap aman, dengan standar stok nasional di atas tujuh hari,” pungkasnya.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Wagub Jatim dan Gus Iqdam Luncurkan ”Talenta Digital Santri” Al Yasmin dengan 21 konfigurasi drone

Next

Gubernur Khofifah Pastikan Program Pembangunan Bermanfaat untuk Rakyat

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.