Awali Peringatan Kemerdekaan, Gubernur Jatim Ajak 81 Anak Yatim Berdoa untuk Bangsa

Santunan dan doa bersama jadi ikhtiar batin agar rangkaian HUT ke-81 RI di Jawa Timur berjalan aman dan penuh berkah
Surabaya Motim – Mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar santunan dan doa bersama anak yatim di Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini digagas langsung oleh Gubernur Jawa Timur sebagai wujud syukur sekaligus ikhtiar batin menjelang puncak peringatan 17 Agustus.
Dinas Sosial Jawa Timur menghadirkan 81 anak yatim dari dua lembaga di Surabaya, yaitu Yayasan Yatim Masa di Banyu Urip dan Panti Asuhan Himmatun Ayat.
“Jumlah 81 anak dipilih secara simbolis, selaras dengan usia kemerdekaan RI tahun ini,” ujar Gubernur Khofifah di Grahadi Surabaya, Minggu (16/8/2026).
*Fokus Doa untuk Bangsa dan Jawa Timur*
Dalam doa bersama, para peserta memohon kelancaran jalannya pemerintahan, keberhasilan program pembangunan di Jawa Timur, serta keselamatan dan kesehatan bagi Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur, dan seluruh jajaran aparatur pemerintah provinsi.
Agenda batin ini sebenarnya sudah dimulai sejak malam sebelumnya. Rangkaiannya meliputi pembacaan tahlil dan kirim doa untuk arwah para pahlawan bangsa.” Terangnya .
*Tradisi yang Terus Dijaga*
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Dra. Restu Novi Widiani, MM. menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni menjelang 17 Agustus. Santunan dan doa bersama anak yatim sudah menjadi tradisi yang selalu diintegrasikan Gubernur dalam agenda besar Pemprov Jatim.
“Ini bentuk kepedulian sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kepedulian kepada sesama, terutama anak-anak yang membutuhkan kasih sayang kita bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Jatim berharap seluruh rangkaian peringatan HUT RI dan program pendampingan masyarakat di Jawa Timur dapat berjalan aman, lancar, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga.” Pungkasnya.(*/ady)
