Kemacetan Pelabuhan Ketapang Lumpuhkan Logistik ke Bali, Dishub Jatim Minta Tambah 3 Kapal Tiba Bongkar Berangkat

Surabaya Motim – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur bergerak cepat mengatasi kemacetan panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kemacetan ini berdampak serius terhadap jalur distribusi logistik dari Jawa Timur menuju Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk mengurai antrean, Dishub Jatim mendorong penambahan infrastruktur dermaga di Ketapang dan Gilimanuk, serta penambahan armada kapal untuk operasional Tiba Bongkar Berangkat (TBB).

Kemacetan Dipicu Renovasi Dermaga ASDP
Kemacetan terjadi akibat proyek perbaikan dan peningkatan kapasitas dermaga oleh ASDP. Daya dukung operasional ditingkatkan dari 35 ton menjadi 50 ton.
Meski bertujuan baik untuk jangka panjang, proses renovasi ini menyebabkan penurunan kapasitas tampung pelabuhan dalam jangka pendek.
Solusi Cepat: Tambah Dermaga dan 3 Kapal TBB
Sebagai langkah cepat, Dishub Jatim meminta Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk segera menambah jumlah dermaga dan kapal ekstra khusus operasional TBB.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr.Ir Nyono,S.T.,M.T menegaskan penambahan armada untuk operasional TBB sangat mendesak agar distribusi logistik tidak lumpuh.
“Saat ini skema TBB baru dilayani oleh 9 kapal. Jumlah itu tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus membeludak. Kami meminta kepada Dirjen Perhubungan untuk segera menambah jumlah dermaga dan kapal untuk operasi Tiba Bongkar Berangkat di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Kami mendorong agar bisa ditambah menjadi 12 kapal,” ujar Nyono saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Nyono menambahkan, selain menambah armada kapal, memperbanyak fasilitas dermaga darurat atau mengoptimalkan dermaga yang ada menjadi kunci utama mengatasi kemacetan di Ketapang.
Jika langkah taktis ini segera disetujui dan diterapkan, antrean panjang kendaraan yang mengular di kawasan pelabuhan diharapkan bisa segera terurai dalam waktu singkat.” Pungkasnya. (*/ady)
