Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih di Lamongan, Fokus OMC dan Cari Sumber Air Baru

By Redaksi Memo Timur
September 18, 2026
Gubernur Khofifah di Dampingi Bupati Lamingan dan Gatot Soebroto Kalaksa BPBD Jatim salurkan bantuan air bersih di lamongan.

Lamongan Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memfokuskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke wilayah terdampak kekeringan saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di Dusun Bulu, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jumat (18/9/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat penanganan kekeringan di Lamongan.

Bantuan yang disalurkan berupa 70 jeriken berkapasitas 15 liter, 150 tandon berkapasitas 1.200 liter, serta bantuan air bersih senilai Rp61.419.700. Gubernur Khofifah mengatakan, hingga kini terdapat 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah menetapkan status darurat kekeringan.

Pemprov Jatim hadir untuk memperkuat penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Sebetulnya kehadiran Pemprov mensubstitusi, melapisi apa yang dilakukan para bupati dan wali kota. Yang sudah dilakukan Pak Bupati Lamongan, kita memberikan pelapisan,” ujarnya.

Selain distribusi air bersih dan sembako, Pemprov Jatim juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 3 September 2026. OMC dilakukan ketika terdapat potensi awan yang memungkinkan untuk diintervensi, dengan hujan ringan hingga sedang tercatat di sejumlah titik.

Namun, Khofifah menegaskan penanganan kekeringan juga membutuhkan solusi jangka panjang melalui pencarian sumber air baru. Pemprov Jatim mengidentifikasi sumber air terdekat yang berpotensi dialirkan menuju wilayah terdampak.

“Prinsipnya kita harus berikhtiar bagaimana solusi strategis. Apakah sumur-sumur bor yang bisa kita lakukan, kita akan maksimalkan ikhtiar itu,” katanya.

Upaya tersebut, menurut Khofifah, memiliki tantangan tersendiri. Ia mencontohkan ada titik pengeboran hingga kedalaman 200 meter yang tidak menemukan air karena kondisi batuan, sementara di lokasi lain sumber air ditemukan pada kedalaman sekitar 90 meter.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan kekeringan saat ini melanda 12 kecamatan dengan sekitar 42 dusun. Pemkab Lamongan bersama Pemprov Jatim terus melakukan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Di 12 kecamatan, ada sekitar 42 dusun. Hari ini kita sudah banyak menyalurkan, hampir tiap hari, baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi,” tuturnya.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Jatim yang turut menyerahkan bantuan air bersih dan sembako kepada masyarakat terdampak kekeringan di Lamongan.

Menurut Bupati Yuhronur, selain bantuan darurat, Pemkab Lamongan akan menindaklanjuti solusi yang disampaikan Gubernur Jatim, khususnya terkait pencarian sumber air baru di wilayah terdampak.

“Ibu juga memberikan beberapa solusi, termasuk mencari sumber-sumber baru. Sehingga nanti wilayah yang ada di sini bisa memiliki sumber baru lagi dan di musim kemarau seperti ini masih ada air di dalamnya,” katanya.

Pemkab Lamongan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk memaksimalkan distribusi air sekaligus mengembangkan sumber air baru sebagai solusi jangka panjang menghadapi kekeringan. (*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Ning Lia Soroti Perjuangan Orang Tua Anak Spesial

Next

Gubernur Khofifah Hadiri Pasar Murah di Sampang, Transaksi Tembus Rp 94 Juta

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.