Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Program 1.000 Kacamata Gratis untuk Guru di Jatim

ANGGOTA DPD/MPR RI PROVINSI JAWA TIMUR
Surabaya Motim – Program pembagian 1.000 kacamata gratis bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Jawa Timur mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama.
Program yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Gedung Islamic Center Surabaya tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan mata para pendidik.

Lia menilai, kesehatan mata merupakan kebutuhan vital bagi guru yang setiap hari menjalankan aktivitas pembelajaran. Penglihatan yang baik sangat membantu pendidik dalam membaca, menyiapkan materi, hingga mendampingi anak-anak selama proses belajar mengajar.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan para pendidik yang setiap hari berada di tengah masyarakat,” ujar Lia.
Menurutnya, guru TK, RA, PAUD, dan TPQ memiliki peran strategis dalam membangun fondasi pendidikan sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini. Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan mereka menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program 1.000 kacamata gratis ini menyasar pendidik dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Calon penerima diwajibkan menunjukkan surat keterangan mengajar sebagai bukti status mereka sebagai guru. Selain itu, program ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Skema tersebut diharapkan dapat membantu pendidik yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mata.
Lia menilai ketepatan sasaran menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program bantuan.
“Ketika bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan dan menyasar masyarakat yang membutuhkan, manfaatnya akan lebih terasa,” katanya.
Perhatian terhadap pendidik keagamaan juga menjadi sorotannya. Pada September 2026 lalu, Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Jawa Timur menyampaikan aspirasi mengenai kondisi guru ngaji saat bertemu dengannya.
Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pendidik di tingkat akar rumput tidak hanya menyangkut kegiatan pembelajaran, tetapi juga kesejahteraan dan dukungan agar aktivitas pendidikan dapat terus berjalan.
Ia berharap perhatian terhadap guru pendidikan umum maupun keagamaan dapat terus diperkuat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Lia juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan. Bagi guru, kesehatan mata menjadi faktor penunjang kelancaran tugas sehari-hari, terutama saat membaca materi dan mendampingi peserta didik.
Sebelumnya, kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis juga pernah dilakukan di Surabaya, salah satunya bagi anak-anak dalam rangka peringatan World Sight Day pada Oktober 2025.
Melalui program yang akan digelar pada Oktober 2026 ini, Lia berharap perhatian terhadap pendidik tidak berhenti pada bantuan kesehatan semata. Ia mendorong adanya dukungan berkelanjutan yang mencakup kesejahteraan, peningkatan kapasitas, serta perlindungan profesi guru.
“Guru adalah bagian penting dari investasi sumber daya manusia. Karena itu, perhatian terhadap mereka harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan nyata di lapangan,” pungkasnya.(*/ady).
