BPBD Jatim: Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Jurus Hadapi Cuaca Ekstrem dan Karhutla

Surabaya Motim – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
“OMC sudah kami lakukan pada Sabtu (24/10) dan Minggu (25/10). Operasi dilakukan melalui penyemaian awan di wilayah Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Subroto, di Surabaya, Minggu (25/10).
Gatot mengatakan, pelaksanaan OMC merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur akibat cuaca ekstrem dan banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Pelaksanaan OMC dilakukan oleh BNPB dengan dukungan operasional dari PT Makson Sukses Pratama. Kegiatan ini melibatkan BPBD Jatim, BMKG, dan BMKG Juanda.
Berdasarkan laporan pelaksanaan hingga Sabtu malam pukul 22.00 WIB, OMC telah dilakukan sebanyak satu sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B dengan registrasi PK-SCH. Penerbangan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 14.45 WIB hingga 16.45 WIB, dengan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram.
Penyemaian awan dilakukan di wilayah Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya. Dari hasil pemantauan, hujan terpantau turun di sejumlah daerah, antara lain Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember; Kecamatan Singosari dan Gedangan, Kabupaten Malang; Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan; serta Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
Gatot menambahkan, pelaksanaan OMC masih menghadapi sejumlah kendala. Operasi di wilayah Malang belum dapat dilakukan karena izin penerbangan belum diperoleh. Selain itu, aktivitas abu vulkanik Gunung Semeru menjadi salah satu kendala pelaksanaan operasi di wilayah Probolinggo.
Untuk Minggu (25/10), pelaksanaan OMC direncanakan berlangsung sebanyak dua sorti dengan menyasar wilayah prioritas yang dinilai berpotensi mendukung proses penyemaian awan. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan dan kondisi medan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian wilayah Jawa Timur diperkirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal sejak pagi hingga malam hari.
“Potensi hujan ringan juga diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Timur bagian selatan dan barat,” pungkasnya.(*/ady)
