Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Pemprov Jatim Target 5.000 Rumah Tidak Layak Huni , Tak Hanya Estetika, Bedah Rumah Jatim 2027 Fokus Keamanan, Kesehatan, dan Sanitasi

By Redaksi Memo Timur
November 2, 2026
Kepala Dinas Perumahan Rakyat ,Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim Arif Endro Utomo S.T.,M.T bersama Kadishub Jatim Dr.Nyono dalam acara Program Merawat Bumi Majapahit.

Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menargetkan penanganan sekitar 5.000 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program bedah rumah pada 2027. Program tersebut akan dilaksanakan melalui anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur, Arif Endro Utomo, mengatakan jumlah rumah yang akan ditangani pada tahun depan direncanakan meningkat dibandingkan tahun 2026.

“Insyaallah tahun depan akan ada peningkatan. Jadi yang akan dilakukan oleh teman-teman Pemprov Jatim itu lebih kurang 3.000 unit. Kemudian oleh teman-teman Kodam di posisi hampir 2.000 unit,” kata Arif dalam program Merawat Bumi Majapahit , Surabaya (27/10/2026).

Dengan rencana tersebut, total Rutilahu yang dapat ditangani menggunakan APBD diperkirakan mencapai 5.000 unit.

“Jadi total kemungkinan nanti tahun depan dari APBD itu ada sekitar 5.000 unit,” ujarnya.

*Penanganan Rutilahu Dilakukan Bertahap*

Arif menjelaskan, pada 2026 Pemprov Jatim menjalankan program bedah rumah melalui dua skema. Pertama, bantuan hibah yang pelaksanaannya melibatkan jajaran TNI, dan kedua, penanganan yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah provinsi.

“Tahun 2026 ini ditangani dengan dua pola. Dengan hibah yang dikerjakan oleh teman-teman Kodam, ini ada sekitar 1.900 unit. Kemudian tahun ini kami mencoba melaksanakan di 500 unit,” jelasnya.

Peningkatan jumlah rumah yang ditangani pada 2027 menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengurangan Rutilahu yang jumlahnya masih cukup besar di Jawa Timur.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat sekitar 2,2 juta Rutilahu yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Ini sebenarnya sudah lama. Tetapi dari Susenas BPS ini ada sekitar 2.200.000 rumah tidak layak huni yang ada di Jawa Timur, tersebar,” ungkapnya.

Ia menyebut, sejak 2019 Pemprov Jatim telah melakukan intervensi perbaikan terhadap sekitar 40 ribu rumah. Namun, dengan jumlah kebutuhan yang masih mencapai jutaan unit, penanganan Rutilahu membutuhkan waktu panjang dan dukungan anggaran yang besar.

Arif juga mengakui, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dalam beberapa tahun karena masih ada rumah lain yang berpotensi mengalami penurunan kualitas bangunan.

*Perbaikan Mencakup Struktur hingga Sanitasi*

Menurut Arif, program bedah rumah tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan bangunan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.

Sejumlah Rutilahu di Jawa Timur masih memiliki persoalan pada struktur dinding, lantai tanah, minimnya ventilasi, hingga fasilitas sanitasi yang belum memadai.

“Yang paling banyak kami ini kan yang pertama struktur dinding. Kemudian yang kedua lantainya masih tanah. Kemudian rata-rata mereka enggak punya jendela,” katanya.

Kondisi struktur bangunan menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan penghuni, terutama ketika terjadi angin kencang atau cuaca ekstrem.

Selain memperbaiki struktur rumah, pemerintah juga berupaya menyediakan fasilitas sanitasi yang layak bagi masyarakat yang belum memiliki jamban pribadi.

“Ketika rumah ini tidak layak, diperiksa adalah strukturnya, jambannya juga diperiksa. Kalau memang tidak layak, bongkar, ditangani semua, sekali perbaikan,” jelasnya.

*Usulan Melibatkan Desa dan Sistem Digital*

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pengusulan calon penerima program bedah rumah dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Usulan tersebut kemudian diverifikasi untuk memastikan kondisi bangunan dan kelayakan calon penerima bantuan.

“Jadi desa ini mengusulkan langsung ke sistem kami. Kami langsung memverifikasi, kami akan cek itu dan itulah yang nanti kita lakukan,” ujarnya.

Penanganan Rutilahu juga dilakukan melalui pembagian sumber anggaran antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota. Kerja sama antartingkatan pemerintahan diperlukan agar penanganan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menghindari tumpang tindih bantuan.

Dengan rencana peningkatan jumlah rumah yang diperbaiki pada 2027, Pemprov Jatim berharap semakin banyak warga dapat menikmati hunian yang memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan kenyamanan.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Bus Trans Jatim Malang Raya Resmi Diluncurkan , Dishub Jatim Gratiskan 30 Oktober – 5 November 2026

Next

Peringati HUT ke-22, DPD RI Jatim Gelar Aksi Sosial: 100 Orang Donor Darah dan Pasar Murah

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.