Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
KesehatanLumajang

PMI Gunakan Plasma Convalescent untuk Pasien Covid 19

By admin
September 2, 2020

Lumajang, Motim-Di tengah kejenuhan masyarakat terhadap virus corona. Ada kabar gembira bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang bisa mengembangkan obat untuk terapi pengobatan pasien covid 19, dengan menggunakan plasma Convalescent yang diambil dari darah mantan pasien covid 19.

Manager Kualitas PMI, Unit Donor Darah, Kabupaten Lumajang, Anis Mufarida saat ditemui Memo Timur di kantornya menyampaikan bahwa darah merupakan salah satu obat. “Darah adalah obat,” katanya, Senin (31/8/20), siang.

Lanjutnya, PMI Kabupaten Lumajang sudah mendapat sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat pada akhir bulan Desember 2019. Sehingga PMI Lumajang diperbolehkan untuk mengambil plasma Convalescent dengan menggunakan alat Apheresis.

“Alat Apheresis ini baru, sekitar 2 bulanan,” ujarnya.

Dari 500 lebih Unit Transfusi Darah (UTD) di Indonesia, hanya 15 UTD yang mendapat sertifikasi CPOB. Dan Lumajang termasuk salah satu dari 4 kabupaten di Jawa Timur yang diakui BPOM Pusat.

“Luar biasa loh Mas, ini termasuk prestasi Lumajang,” katanya dengan bangga.

Informasinya, di Lumajang sudah ada 3 pendonor plasma convalescent yang dinyatakan bebas covid 19. “Kita pernah dropping plasma ini ke Semarang, Surabaya, dan Malang,” akunya.

Sekedar diketahui, dengan alat Apheresis ini PMI Lumajang bisa mengambil komponen tertentu dari darah dan mengembalikan komponen lain ke dalam tubuh si pendonor.

Meski demikian, alat tersebut masih memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendonor, hal ini jauh berbeda dengan donor darah konvensional. “Itulah kekurangan dari alat Apheresis ini,” jelasnya lagi.(cw7)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Kopi Gucialit Tetap Bersaing di Pasar Online

Next

Distan Jatim ajukan Kembali Pupuk Subsidi ke Kementan RI

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.