Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
LumajangPeristiwa

Jembatan Jatisari-Tempursari Masih Belum Bisa Dilalui

By admin
March 24, 2021

Lumajang, Motim-Penanganan terhadap jembatan penghubung Desa Jatisari-Tempursari terus dilakukan. Saat ini jembatan tersebut masih belum bisa dilalui kendaraan. Selain kondisinya yang licin, juga masih banyak material yang belum dibersihkan.

Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Joko Sambang menyampaikan jika pihaknya masih fokus menangani gorong-gorong jembatan yang tersumbat. Sampai hari ini baru 2 gorong-gorong yang berhasil ditangani dengan maksimal.

“Tinggal 1 gorong-gorong yang masih tersumbat barongan bambu,” tutur Joko Sambang ketika dihubungi Memo Timur, Rabu (24/3/21).

Lanjutnya, kendalanya karena alat berat yang kita gunakan tidak bisa masuk ke dalam. sehingga pihaknya berupaya mengikat barongan bambu tersebut kemudian ditarik menggunakan alat berat.

Selain mengeruk sumbatan itu, pihaknya dengan dibantu masyarakat sekitar memasukkan sedimen ke dalam sak-sak kecil, kemudian diletakkan di bibir jembatan yang tergerus luapan air sungai.

“Belum bisa dilewati, karena sedimen yang ada di dalam sak masih belum mengeras, sehingga masih licin dan berbahaya,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian yang serupa, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemangku sungai untuk melakukan penyisiran. Karena dikhawatirkan masih banyak barongan bambu yang ada di aliran sungai supaya segera ditepikan.

“Kita angkat sedimen yang ada di aliran sungai agar ketika debit air naik tidak sampai meluap lagi,” pungkasnya.(cw7)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

SKD Diharapkan Bantu Ciptakan Stabilitas Keamanan

Next

Forkopimda Jatim Dukung Kongres HMI, Siapkan Barak dan Jaga Kondusifitas

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.