Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

ARCI: Persaingan Cagub Jatim Masih Terbuka, Generasi Muda Jadi Penentu

By Redaksi Memo Timur
July 26, 2026
Dari Kiri: Emil Elestianto Dardak(Wagub) , Lia Istifhama(DPD RI) dan Eri Cahyadi (Walikota Sby)

Surabaya, Motim Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei preferensi politik generasi muda Jawa Timur terhadap sejumlah tokoh yang berpotensi maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2029. Hasilnya, Emil Elestianto Dardak berada di posisi teratas, disusul Lia Istifhama dan Eri Cahyadi.

Survei dilakukan pada 25 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17–40 tahun. Responden tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah Stratified Multistage Random Sampling dengan margin of error ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan hasil survei, Emil Dardak memperoleh elektabilitas 32,1 persen. Posisi kedua ditempati Lia Istifhama dengan 17,5 persen, dan di posisi ketiga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan 10,3 persen.

Nama lain yang masuk dalam survei adalah Ahmad Fauzi 7,7 persen, Muhammad Fawait 5,8 persen, Muhammad Nur Arifin 5,2 persen, Yuhronur Efendi 4,1 persen, Aditya Halindra Faridzky 3,9 persen, dan Hanindhito Himawan Pratama 2,1 persen. Sebanyak 7,1 persen responden memilih nama lain, sementara 4,2 persen belum menentukan pilihan.

Direktur ARCI Nanang Haromain menegaskan survei ini khusus memotret preferensi generasi muda usia 17–40 tahun yang diproyeksikan menjadi kelompok penentu dalam kontestasi politik Jawa Timur ke depan, bukan gambaran keseluruhan pemilih Jatim.

*Tiga Temuan Utama Survei*

*Pertama*, Emil Dardak masih menjadi figur paling kuat di kalangan pemilih muda. Angka 32,1 persen dinilai mencerminkan tingginya tingkat pengenalan publik sekaligus penerimaan yang baik di kelompok usia produktif.

Namun Nanang mengingatkan, sekitar dua pertiga responden masih berada di luar basis dukungan Emil.
“Artinya, persaingan menuju Pilgub Jawa Timur masih sangat terbuka,” ujarnya.

*Kedua*, munculnya Lia Istifhama sebagai peraih suara terbanyak kedua menjadi catatan penting. Dengan elektabilitas 17,5 persen, capaian itu dinilai signifikan mengingat Lia bukan kepala daerah aktif.
“Ini menunjukkan mulai terbentuknya basis dukungan serta tingkat pengenalan yang kuat di kalangan generasi muda. Komunikasi publik, aktivitas organisasi, dan kedekatan dengan kelompok muda menjadi faktornya,” kata Nanang.

*Ketiga*, Eri Cahyadi berada di posisi ketiga dengan 10,3 persen. ARCI menilai popularitas sebagai kepala daerah di kota terbesar di Jatim belum otomatis berbanding lurus dengan dukungan di level provinsi. Perluasan pengaruh politik ke luar daerah asal masih menjadi tantangan bagi sejumlah kepala daerah.

Untuk kelompok kandidat papan tengah, persaingan masih sangat terbuka. Selisih elektabilitas Ahmad Fauzi, Muhammad Fawait, Muhammad Nur Arifin, Yuhronur Efendi, dan Aditya Halindra masih tipis dan berpotensi berubah. ARCI juga mengingatkan hasil kelompok ini masih berada dalam margin of error ±2,8 persen, sehingga belum tentu mencerminkan perbedaan kekuatan politik yang signifikan secara statistik.

Sementara itu, 11,3 persen responden masih memilih nama lain atau belum menentukan pilihan. Angka ini menunjukkan ruang kompetisi menuju Pilgub Jatim 2029 masih sangat dinamis.

“Survei ini memberi pesan bahwa generasi muda Jawa Timur mulai membentuk preferensi politiknya jauh sebelum tahapan Pilgub dimulai. Mereka tidak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga melihat rekam jejak, kedekatan dengan publik, dan kemampuan figur dalam membangun komunikasi,” kata Nanang.

Meski unggul, posisi Emil Dardak belum bisa dianggap aman.
“Angka 32,1 persen belum dapat dianggap sebagai posisi yang aman karena mayoritas pemilih muda masih berada di luar basis dukungannya,” tegasnya.

Nanang juga menyoroti kemunculan Lia Istifhama.
“Lia Istifhama menjadi salah satu kejutan dalam survei ini. Sebagai figur yang bukan kepala daerah aktif, elektabilitasnya mampu menempati posisi kedua. Ini menunjukkan bahwa peta politik Jawa Timur mulai mengalami regenerasi dan publik mulai memberi ruang kepada figur-figur alternatif,” tuturnya.

Menutup paparannya, Nanang menegaskan Pilgub Jawa Timur 2029 berpotensi ditentukan oleh figur yang mampu membangun kedekatan dengan generasi muda.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Sekdaprov.Jatim Adhy Karyono Tutup Rangkaian Harkopnas Jatim, Jalan Sehat di Pamekasan Dorong Ekonomi dan Silaturahmi

Next

Tak Hanya Pentas, Taman Budaya Jatim Tempa Seniman Teater Gen Z Lewat Master Class Ketat

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.