Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
LumajangPeristiwa

Baru Dibangun, Saluran Drainase di Jalan Sumbersuko-Jokarto Rusak

By admin
February 8, 2021

Lumajang, Motim-Warga Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh keluhkan saluran drainase yang berada di sisi kanan kiri jalan jalur Sumbersuko-Jokarto. Bangunan saluran drainase yang baru selesai dibangun pada akhir tahun kemarin rusak parah.

Rusaknya saluran drainase tersebut selain akibat sering meluapnya air hujan, diduga kuat campuran semen yang digunakan untuk membangun gorong-gorong tidak sesuai standar. Sehingga apabila drainase tersebut dilalui air mudah terkikis dan tergerus aliran air bah.

Misnanto kepada Memo Timur mengatakan, jika bangunan saluran drainase itu rusak sekitar 2 bulan setelah pembangunan itu selesai. Tanah yang ada di tepi jalan mulai terkikis, sehingga jalan yang awalnya rapi mulai berlubang.

“Gotnya sudah rusak, airnya ya meluber kemana-mana,” ucap Misnanto, saat ditemui Memo Timur di tempat pembuatan batu bata.

Masih kata Misnanto, bukan hanya saluran drainase yang rusak, pembatas jalan yang terbuat dari pipa yang diisi semen dan dicat kuning biru banyak yang hilang. Tidak sedikit yang terbawa arus air bah di selokan.

“Awalnya bagus, sekarang pembatas jalan banyak yang hilang, sisanya masih bisa dihitung jari,” katanya.

Romli juga menambahkan, mulanya dirinya senang dengan adanya pembangunan saluran drainase tersebut. Sebab, adanya saluran drainase tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh warga sekitar ketika musim hujan tiba.

“Kalau tidak ada gotnya, air hujan ya bisa meluber ke rumah-rumah,” kata Romli.

Pembangunan saluran drainase yang menghabiskan dana hampir 200 juta itu ternyata tidak bertahan lama.

“Padahal anggarannya besar, tapi kok sebulan dua bulan sudah rusak gotnya. Itu papan proyeknya masih terpampang, harusnya ada teguran dari pemerintah,” keluh Romli sambil menunjukkan papan informasi pembangunan saluran drainase tersebut.(cw7/cho)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Penumpang di Terminal Minak Koncar Di-Rapid Tes Antigen

Next

Angka Aktif Kasus Covid-19 di Lumajang Berangsur Menurun

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.