Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
BondowosoEkonomi Bisnis

Berkunjung ke Bondowoso, Wamenag Tinjau UMKM

By admin
June 6, 2021

Bondowoso,Motim-Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, mendorong petani di Bondowoso agar memanfaatkan sistem resi gudang (SRG).

Karena sistem ini disebut bisa membantu petani agar tak merugi dengan beberapa fungsi yang bisa didapat.

Di antaranya yakni keuntungan instrumen tunda jual dan akses pembiayaan bagi petani.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan, Dr Jerry Sambuaga, saat meninjau gudang Besuk, Kecamatan Klabang, dengan didampingi Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, pada Sabtu (5/6/2021).

Ia menjabarkan, tunda jual dimaksud yakni dengan mendorong petani menyimpan komoditas petani di dalam gudang yang bisa disimpan tiga hingga enam bulan.

Karena jika dijual saat harga panen, harganya bisa turun. Kondisi ini justru membuat petani  merugi, dan ini membuat petani bisa berhubungan dengan tengkulak.

“Kasihan petani. Gimana solusinya?  Solusinya kita bangun SRG. Sistemasi gudang, barangnya bisa disimpan, barangnya bisa distok di situ. Nanti dijual saat harganya sudah ada kenaikan,” ungkapnya.

Adapun terkait akses pembiayaan, kata  Jerry Sambuaga, petani bisa mendapatkan akses tersebut melalui resi barang yang disimpannya di gudang. Bisa diberikan ke bank, dan bank bisa memberikan pinjaman.

“Multi fungsi sebenarnya SRG ini,” urainya.

Disebutnya, bahwa petani bisa men-SRGkan 20 macam komoditas. Seperti di antaranya yakni beras, bawang merah, kopi, gambir, kakau, ikan, jagung, gula pasir, dan lainnya.

“Tadi saya tanya ke Pak Bupati dan Wabup kan, apa yang menjual di sini. Salah satunya kopi. Makan kopi bisa disimpan di SRG,” tuturnya.

Namun demikian, memang pelaksanaannya ada di daerah, dan ijinnya dari Kemendag. Karena itulah, pihaknya berkeliling salah satunya ke Bondowoso untuk memastikan SRG  bisa jalan beriringan dan utamanya membantu petani.

Terlebih, memang di Bondowoso sudah ada satu gudang dari Kementerian Perdagangan yang dibangun di Bondowoso.

“Ada gudang-gudang yang kita bangun,  ada yang memang dari koperasi, ada yang dari BUMD, ada yang swasta. Yang sudah dibangun kita pelihara, kita maintenance,” ujarnya.

Dalam kunjungan ya, Wakil Menteri Perdagangan ini juga meninjau sejumlah produk UMKM Bondowoso dan melakukan  dialog dengan  para petani kopi.(cw1)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Wabup Irwan : Nilai-Nilai Pancasila Harus Tercermin dalam Prilaku Individu

Next

Bupati Salwa Minta IPHI Semangat Berhaji Masyarakat

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.