BPBD Jatim Kerahkan Helikopter, Karhutla di Puncak Ogal Agil Masih Dipadamkan

Surabaya Motim – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, masih terus dilakukan. Hingga Selasa (25/8/2026) siang, api masih terpantau berada di bagian bawah Puncak Ogal Agil.
Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman dari udara kembali dikerahkan. Helikopter PK-DAP melakukan 8 kali _water bombing_ dengan total 8.000 liter air untuk menjangkau titik api yang sulit dijangkau dari jalur darat.

*8.000 Liter Air Dijatuhkan dalam 2 Sortie*
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan operasi udara dilakukan dalam dua sortie. Setiap sortie terdiri dari empat kali _water bombing_ dengan kapasitas _bucket_ helikopter 1.000 liter.
“Helikopter PK-DAP melanjutkan operasi _water bombing_ di dua titik yang telah ditentukan,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).
Pada sortie pertama, helikopter menjatuhkan 4.000 liter air dalam empat kali rit. Jumlah yang sama kembali dijatuhkan pada sortie kedua. Total operasi mencapai 8.000 liter air dalam delapan rit.
Namun operasi pemadaman udara menghadapi kendala. Kondisi berkabut dan kepulan asap tebal membuat jarak pandang pilot terbatas sehingga proses _water bombing_ tidak dapat dilakukan secara optimal.
“Cuaca yang kurang mendukung, berkabut dan kepulan asap yang cukup tebal memengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi _water bombing_,” jelasnya.
*Tim Darat Lanjutkan Pemadaman Manual*
Sementara itu, tim di darat tetap melakukan penyisiran dan pemadaman manual di sejumlah area Gunung Arjuno yang masih dapat dijangkau. BPBD Jatim juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Batu, serta UPT Tahura Raden Soerjo untuk mempercepat penanganan.
Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terdampak karhutla mencapai 146,85 hektare. Angka tersebut masih dapat berubah karena pendataan dan verifikasi masih berlangsung.
“Tim BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Pasuruan, dan Tahura melanjutkan pemantauan di wilayah Gunung Arjuno,” kata Gatot.
*Pendakian Masih Ditutup, Cuaca Terus Dipantau*
Aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang masih ditutup sementara. UPT Tahura Raden Soerjo menetapkan penutupan seluruh aktivitas pendakian sejak 19 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan sebagai langkah mitigasi dan pengamanan.
Di tengah proses pemadaman, BPBD Jatim juga terus berkoordinasi dengan BMKG Juanda untuk memantau perkembangan cuaca di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas operasi pemadaman udara.
Gatot menegaskan, penanganan karhutla saat ini masih difokuskan pada titik api yang tersisa dan pemantauan agar api tidak meluas. Hingga laporan Selasa siang, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. (*/ady)
