BPSDM Jatim Evaluasi Dampak Diklat Tahap II 2026: Dorong ASN “Belajar – Berkarya – Berdampak”

Malang Motim – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Dampak Diklat Tahap II Tahun 2026 di Harris Hotel Conventions Malang pada 26–27 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti 130 alumni pelatihan teknis dan fungsional dari berbagai perangkat daerah di Jawa Timur. Evaluasi bertujuan mengukur efektivitas diklat yang telah diikuti serta melihat dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan publik.
Mengusung tagline “Belajar – Berkarya – Berdampak”, acara ini menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen ASN untuk terus berinovasi.


Apresiasi untuk Aksi Perubahan Nyata.
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan mampu menghasilkan aksi perubahan di instansinya masing-masing.
“Peserta yang hadir hari ini adalah bukti bahwa pelatihan bukan sekadar seremonial. Kami ingin melihat dampaknya: apakah ilmu yang didapat benar-benar diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Ramliyanto.
Pelatihan Harus Terintegrasi dengan Manajemen Talenta.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya, Soni Sultana,S.Kom., MMSI., menegaskan pentingnya menempatkan pelatihan sebagai bagian dari sistem pengembangan karier ASN.
“Pelatihan merupakan investasi sumber daya manusia yang harus terintegrasi dengan pengembangan karier dan manajemen talenta ASN. Tanpa itu, dampaknya tidak akan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Dr. Dewi Retno Suminar,M.Si., Psikolog, mengingatkan para ASN untuk terus mengembangkan diri.
“Seseorang perlu melihat kekuatan dirinya dan tidak menjadikan kelemahan sebagai label permanen. Kelemahan dapat dijadikan area pengembangan melalui kesadaran, latihan, dan perbaikan.”
Diskusi Interaktif dan Rencana Tindak Lanjut.
Selama dua hari, peserta terlibat dalam diskusi kelompok, presentasi praktik baik, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Suasana interaktif terlihat saat peserta saling berbagi pengalaman menerapkan hasil diklat di tempat kerja.
Dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme peserta, mulai dari sesi pemaparan narasumber, diskusi di meja bundar, hingga foto bersama jajaran pimpinan BPSDM Jatim.
Melalui evaluasi ini, BPSDM Jatim berharap dapat terus meningkatkan kualitas diklat agar lebih relevan, aplikatif, dan berdampak langsung bagi kemajuan birokrasi serta pelayanan kepada masyarakat Jawa Timur.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihan lanjutan dan program pengembangan ASN dapat diakses melalui kanal resmi BPSDM Provinsi Jawa Timur. (*/ady)
