Dinas ESDM Jatim Siapkan Aplikasi Perizinan Tambang Berbasis AI, Bebas Pungli

Kepala Dinas ESDM Prov.Jatim
Gubernur Khofifah Dorong Luncurkan Aplikasi Perizinan Tambang Digital
Surabaya Motim – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur tengah merampungkan pengembangan aplikasi layanan perizinan tambang yang transparan dan akuntabel. Aplikasi ini dirancang untuk memangkas praktik pungutan liar (pungli) dalam proses perizinan.
Pembuatan aplikasi tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Langkah ini diambil menyusul kasus hukum yang menjerat mantan Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono, yang ditangkap Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan pungli perizinan.
Kepala Dinas ESDM Jatim yang baru, Aftabuddin Rijaluzzaman, mengatakan saat ini aplikasi tersebut sudah memasuki tahap finalisasi bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.
“Ini kita siapkan aplikasinya. Sekarang sedang finalisasi dengan teman-teman dari BKD yang sudah punya pengalaman membangun aplikasi ASN yang sudah diakui secara nasional. Nah, kita belajar dari itu,” ujar Aftabuddin saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (20/7/2026).
Aftabuddin menargetkan aplikasi perizinan tambang terbaru dapat segera diluncurkan dalam waktu dekat dan diresmikan langsung oleh Gubernur Khofifah.
“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan launching. Nanti Ibu Gubernur Khofifah langsung yang melaunching,” jelasnya.
Sesuai arahan Gubernur, sistem perizinan yang baru harus lebih efisien, efektif, dan meminimalkan pertemuan tatap muka antara pemohon dengan petugas. Hal ini bertujuan untuk menutup celah terjadinya pungli.
“Jadi, seperti harapan Ibu Gubernur, bagaimana agar proses perizinan tambang ini menjadi lebih efisien, efektif, akuntabel, dan berupaya agar tidak lagi ‘ketemu orang ketemu orang’,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, aplikasi ini akan dikembangkan berbasis Artificial Intelligence (AI). Dengan sistem ini, seluruh proses konsultasi dan pengurusan perizinan dapat dijawab langsung oleh sistem.
“Kita upayakan semaksimal mungkin orang bertemu sistem. Insyaallah kita buat berbasis AI nanti, sehingga segala macam konsultasi dijawab oleh AI langsung,”pungkasnya.(*/ady)