Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
BondowosoPemerintahan

Dinsos Bondowoso Akui Masih Banyak Warga Miskin Tak Tercover KIS

By admin
August 14, 2020

Bondowoso, Motim-Dinas Sosial Bondowoso mengakui bahwa masih ada banyak data penerima PBI JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang perlu diperbaiki.

Seperti yang terjadi pada Herianto (38) warga  Desa Kembang Kecamatan Bondowoso. Dimana, dalam kartu keluarganya yang terdiri dari empat orang, hanya Herianto yang kartu PBI JKN atau dikenal KIS yang tak bisa dicetak dan dipakai.

Karena, NIK atas nama Herianto ternyata masuk dalam data NIK Herianto warga Kecamatan Tlogosari.

“Karena itulah, KIS atas nama Herianto yang warga Kembang tak bisa dicetak,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Bondowoso, Zaiful Bahri, Kamis (13/8/2020).

Ia menerangkan, sebenarnya data atas nama Herianto telah diverifikasi dan divalidasi oleh operator SIKS-NG di Pemerintahan Desa. Namun, memang verval akhir dari Kementerian Sosial yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Yakni, April, Agustus, dan Desember.

“Sudah diperbaiki, tapi kan Kementrian masih menunggu akhir Agustus,” jelasnya.

Menurut Zaiful Bahri, kondisi seperti Herianto beberapa kali juga dialami oleh masyarakat lainnya. Mengingat, data yang ada merupakan data lama yang harus terus diverval.

Yakni data di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dispendukcapil, dengan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial DTKS di Dinsos ada yang perlu diperbaiki.

“Kita kesulitannya di data. Bukan kita tak bekerja, bukan desa tak bekerja. Tapi memang ini data lama yang harus terus diverval,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya terus melakukan verifikasi dan validasi data setiap tiga bulan terhadap data penerima bantuan.

“Data di SIAK dan DTKS untuk bantuan harus sama. Kalau salah satu tidak cocok, bisa saja keblokir, KISnya tidak aktif, dan sebagainya,”jelasnya Zaiful pada awak media.

Disebutnya masih ada 66ribu jiwa yang data NIKnya perlu diperbaiki. Dan kini pun pihaknya terus melakukan verval.

“Dan itu proses sekarang. Itu salah NIK,”urainya.

Karena kondisi ini, Zaiful mengharapkan juga ada peran aktif masyarakat dalam membantu operator SIKS-NG di desa dalam menvalidasi data.

Diberitakan sebelumnya, Seorang warga tidak mampu Desa Kembang, RT 24 RW 08, Kecamatan Bondowoso bernama Heriyanto (38) kebingungan dengan pembiayaan perawatannya di RSUD Koesnadi.

Pasalnya, Ia tak memiliki kartu PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Padahal Ia sendiri merupakan warga tak mampu. (nur)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Salwa Tinjau Langsung Inovasi Pelayanan Sekarputih Pintar

Next

Gelar PCX Photo Contest, MPM Honda Jatim Explore Keanekaragaman Budaya dan Pariwisata Banyuwangi

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.