Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineHukum dan KriminalPeristiwaSurabaya

Dishub Jatim Serahkan Kendaraan Hasil Normalisasi Dimensi untuk Dukung Target Zero ODOL 2027

By Redaksi Memo Timur
March 7, 2026

Surabaya Motim – Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan Jawa Timur untuk tuntaskan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) 2027 terus dikebut, Jumat, 6 Maret 2026.

Salah satunya dengan memfasilitasi kendaraan yang tercatat sebagai ODOL dinormalisasi dimensinya.”Tahun ini sudah ada enam kendaraan yang kita standarkan dimensinya agar sesuai aturan aturan. Rencana tahun ini Pemprov memfasilitasi 10 kendaraan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Dr.Ir.Nyono,ST,MT dalam acara penyerahan bantuan pemotongan kendaraan di Kantor Dishub Jatim.

Bantuan pemotongan kendaraan itu diberikan kepada anggota sopir yang tergabung dalam organisasi Gabungan Sopir Jawa Timur (GSJT). Tujuannya agar Jatim zero ODOL di 2027 segera terealisasi.

Langkah itu dilakukan untuk membantu para sopir. Yang tak mempunyai anggaran dalam pemotongan kendaraan. ”Khususnya bagi mereka yang menjadi pemilik kendaraan sekaligus menjadi sopirnya,” katanya.

Sementara untuk pengusaha-pengusaha diminta segera menormalkan kendaraan miliknya. Agar sesuai standar dan ketentuan dimensinya. ”Karena kalau pengusaha, mereka punya fiskal yang kuat. Untuk itu, kami prioritaskan yang masyarakat kecil dulu. Pada sopir,” paparnya.

Di Jatim, data dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sudah ada 238 kendaraan yang diajukan untuk dilakukan pengukuran. Dari jumlah tersebut sebanyak 160 unit sudah diukur. Mereka yang telah diukur inilah nantinya diminta untuk segera melakukan pemotongan dan mengubah kapasitas muatannya agar sesuai standar.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim Ainur Rofiq mengatakan, pemotongan kendaraan memang membutuhkan anggaran tak kecil. Satu kendaraan untuk pemotongan membutuhkan biaya sekitar Rp 35 juta. Dan bisa memakan lebih tinggi lagi, jika dimensi yang harus dipotong dalam satu kendaraan banyak bagiannya. ”Misalnya tinggi dan lebar kendaraan ternyata tak sesuai maka harus dipotong semua sisinya,” katanya.

Langkah percepatan standarisasi dimensi ini penting ditempuh Pemprov Jatim. Sebab, banyaknya ODOL juga berpotensi pada umur jalan di Jatim. Yang akan gampang rusak jika terus dilalui kendaraan kelebihan beban. ”Selain risiko jalan gampang rusak. Ya, tentu faktor keselamatan jalan,” pungkasnya.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi Puluhan SMA, SMK, dan SLB di Lamongan dan Gresik

Next

Gubernur Khofifah Serahkan 150 Truk Hasil Normalisasi Dimensi ,Optimis Jawa Timur Zero ODOL 2027

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.