Dishub Jatim Tambah 8 Armada Trans Jatim Luxury, Terapkan Subsidi Silang Perluas Layanan
Surabaya Motim – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur menambah armada Trans Jatim Luxury pada tahun ini.
Langkah itu ditempuh guna mengatasi keterbatasan anggaran selama Trans Jatim beroperasi. Yang memang tarifnya disubsidi oleh Pemprov Jatim.
Kepala Dishub Jatim Nyono mengatakan, anggaran yang digelontorkan Pemprov untuk Trans Jatim sebesar Rp 250 miliar per tahun. Agar layanan bisa menjangkau pelosok Jatim, subdisi silang pun bakal dilakukan.

”Agar layanan bisa menjangkau pelosok Jawa Timur, kami menerapkan subsidi silang,” katanya, Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam skema tersebut, Trans Jatim Luxury dipatok dengan tarif Rp30.000 untuk perjalanan jarak jauh maupun dekat. Sementara itu, Trans Jatim reguler tetap mempertahankan tarif murah sebesar Rp5.000 per perjalanan.
Saat ini, sebanyak 16 armada Trans Jatim Luxury telah beroperasi di sejumlah koridor. Dishub Jatim memastikan jumlah tersebut akan bertambah.
”Dan tahun ini, akan ada tambahan delapan armada lagi,” ujar Nyono.
Meski tarifnya lebih tinggi dibandingkan layanan reguler, Nyono optimistis Trans Jatim Luxury tetap diminati. Layanan ini menyasar kelompok masyarakat menengah yang menginginkan kenyamanan lebih saa menggunakan transportasi publik.
”Karena jaminannya, untuk luxury jelas kenyamanan,” celetuknya.
Ia menegaskan, pada layanan luxury tidak ada penumpang berdiri, berbeda dengan Trans Jatim reguler yang pada jam-jam sibuk kerap dipadati penumpang hingga harus berdiri.
Strategi subsidi silang tersebut, lanjut Nyono, menjadi kunci untuk mengejar pemerataan layanan Trans Jatim di seluruh Jawa Timur.
Dishub menargetkan penambahan sejumlah koridor baru, termasuk tiga koridor di kawasan Gerbangkertosusila, dua koridor di Malang Raya, serta masing-masing satu koridor di Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro.
“Intinya, walaupun anggaran kita relatif tetap, tetapi jangkauan layanannya jauh lebih luas karena kita bisa memandirikan koridor yang sudah ada melalui layanan non-subsidi tadi. Sehingga masyarakat bisa terbantu,” terangnya.(*/ady)