Dishut Jatim Tinjau Penanaman Restorasi Program SETAPAK di Kabupaten Tulungagung
Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Jumadi, M.MT, melakukan kunjungan kerja ke lokasi penanaman restorasi Program SETAPAK yang berlokasi di Desa Besole, Kabupaten Tulungagung. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan restorasi hutan dalam Program SETAPAK yang telah berjalan kurang lebih satu tahun.

Program SETAPAK di Desa Besole merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan restorasi hutan yang dilaksanakan pada luasan 233,89 hektare dengan melibatkan 469 petani sebagai pelaksana utama di lapangan. Melalui program ini, petani tidak hanya berperan dalam penanaman, tetapi juga dalam pemeliharaan tanaman sebagai bagian dari pengelolaan hutan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan berbagai manfaat baik secara ekologis maupun ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur bersama Kepala CDK Trenggalek dan Ketua KTH Argo Makmur Lestari melakukan penanaman simbolis bibit durian di area restorasi. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap upaya pemulihan kawasan hutan melalui keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kelompok tani hutan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Project Manager Program SETAPAK saat meninjau penanaman restorasi di lokasi kegiatan
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. Jumadi, M.MT menyampaikan apresiasi atas komitmen para petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program SETAPAK. Ia menekankan bahwa keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi sangat bergantung pada pendampingan berkelanjutan, terutama pada tahap pemeliharaan tanaman. Pendampingan yang konsisten diharapkan dapat memastikan tingkat tumbuh yang optimal serta mendukung tercapainya hasil panen yang maksimal di masa mendatang.” Tuturnya.
“Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani hutan, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung” terangnya.(*/ady)