Disnakertrans Jatim Buka Seleksi Pemagangan ke Jepang, Target Lahirkan SDM Unggul dan Agen Perubahan

Surabaya Motim – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur resmi membuka pelaksanaan seleksi dan rekrutmen peserta pemagangan luar negeri ke Jepang. Pembukaan kegiatan digelar di Asrama Transito Disnakertrans Provinsi Jatim, Jl. Margorejo No. 74, Surabaya, Senin, 22 Juni 2026.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, S.T., M.M. Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan International Manpower Japan atau IM Japan.
Dalam sambutannya, Kadis menegaskan bahwa pemagangan ke Jepang bukan lagi sekadar pilihan alternatif atau program “pengiriman tenaga kerja”. Di tengah kompleksitas angka pengangguran dan kesenjangan antara lulusan dengan kebutuhan industri, skema ini telah menjadi katup penyelamat sosio-ekonomi strategis dan instrumen intervensi struktural untuk memutus rantai pengangguran.


“Program ini adalah bagian terintegrasi dari desain besar pembangunan ketenagakerjaan daerah. Melalui kerja sama sinergis antara Bidang Pelatihan dan Produktivitas dengan Lembaga Pelatihan Kerja, kita berkomitmen mengoptimalkan skilling, upskilling, maupun reskilling,” ujarnya.
Lebih dari sekadar bekerja, para peserta diharapkan menyerap budaya kerja Jepang seperti ketepatan waktu, profesionalisme tinggi, dan filosofi _Kaizen_ atau perbaikan berkelanjutan. Jepang yang bangkit dari kehancuran pasca-perang menjadi raksasa dunia karena kedisiplinan dan etos kerjanya, menjadi teladan yang ingin ditanamkan.
Beliau menitipkan 3 pesan penting kepada seluruh peserta seleksi:
1. *Jaga marwah dan nama baik NKRI*. Peserta adalah representasi bangsa Indonesia. Tunjukkan sikap, tutur kata, dan perilaku yang ramah, santun, jujur, dan berintegritas tinggi.
2. *Patuhi regulasi dan hukum setempat*. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Wajib mematuhi peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja di perusahaan Jepang.
3. *Tingkatkan ketahanan mental dan adaptasi*. Perbedaan budaya, cuaca, dan bahasa menuntut adaptasi cepat. Tetap fokus belajar dan berproses demi masa depan yang lebih baik.
Pemerintah berharap, setelah kembali dari Jepang, para peserta bertransformasi menjadi _agent of change_ atau agen perubahan yang tangguh. Mereka diharapkan mampu mendirikan usaha mandiri, membuka lapangan kerja baru, dan berkontribusi signifikan terhadap lompatan kemajuan ekonomi di Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya.
“Kalian adalah aset bangsa, duta pembangunan, dan wajah Indonesia di mata dunia. Berangkat ke Jepang kelak bukan sekadar untuk bekerja atau mencari nafkah,” pungkasnya.
Disnakertrans Jatim berharap kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi peningkatan kualitas SDM muda bangsa.(*/ady)