Surabaya Motim – Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo (GMS) 2025 pada Sabtu (15/11/2025) malam, menarik perhatian ribuan peserta dari berbagai penjuru daerah di Jawa Timur. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, mengungkapkan bahwa acara dimulai lebih awal dari biasanya.

Peserta dilepas pukul 13.00 WIB dari Surodinawan, Mojokerto, dengan tujuan agar mereka dapat sampai di Tugu Pahlawan sebelum tengah malam. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran perjalanan dan menghindari penundaan yang bisa mengganggu jalannya acara.
Salah satu aspek yang mencuri perhatian dalam pelaksanaan GMS 2025 adalah antusiasme masyarakat sepanjang rute perjalanan. Hadi Wawan Guntoro menyatakan bahwa meskipun terdapat beberapa titik kemacetan, hal itu justru menambah semaraknya acara.
Kemacetan tersebut, menurutnya, disebabkan oleh tingginya minat masyarakat yang ikut serta menyemarakkan acara. Sejumlah warga menyiapkan minuman gratis untuk peserta, sementara yang lainnya membuka lapak dagangan.
Tidak sedikit pula yang menyediakan tikar untuk tempat istirahat, serta memasang sound system untuk menambah semangat. Meskipun kemacetan terjadi di beberapa titik, Hadi menegaskan bahwa semuanya masih terkendali.
Menurutnya, sebagian besar kendaraan besar masih dapat melintas berkat penyekatan yang diterapkan di jalur utama menuju persimpangan. Kendaraan-kendaraan tersebut, yang sebagian besar berasal dari pabrik-pabrik di sepanjang jalan, berhasil diarahkan untuk menghindari gangguan pada rute GMS.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari peran serta tim pengatur lalu lintas yang sigap. Hadi Wawan Guntoro merasa bersyukur karena sepanjang acara, tidak ada insiden besar yang mengganggu kelancaran acara.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Sampai saat ini, tidak ada laporan kejadian yang signifikan terkait kesehatan peserta atau masalah lainnya,” ujarnya di Tugu Pahlawan, Sabtu malam.
Namun, di sepanjang rute, panitia juga telah menyiagakan tim medis yang tersebar di sejumlah pos. Kehadiran tenaga medis ini sangat penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi selama perjalanan.
Beberapa peserta yang kelelahan atau mengalami luka ringan langsung mendapatkan pertolongan medis. Bahkan, ada beberapa peserta yang sempat hampir pingsan, namun segera ditangani dengan cepat.
Penyelenggaraan GMS 2025 tidak hanya menyuguhkan tantangan fisik bagi peserta, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan. Acara ini menciptakan momen yang menghubungkan peserta dengan masyarakat setempat, yang juga turut berperan aktif dalam meramaikan acara.” Pungkasnya.(*/ady)