Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai dukungan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Bank Jatim memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Perannya tidak hanya menyalurkan pembiayaan tetapi juga memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” tuturnya..
Gubernur Khofifah mengatakan, Bank Jatim menjadi motor penggerak perekonomian daerah melalui upayanya dalam memperkuat sektor UMKM dengan pembiayaan maupun pendampingan.
Upaya Bank Jatim, lanjut beliau , menjadi pengungkit para pelaku UMKM di Jawa Timur lebih berdaya saing, memiliki nilai tambah, hingga mampu naik kelas.
Bahkan keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam Misi Dagang menjadi indikator keberhasilan pola pembinaan yang dilakukan secara terintegrasi mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Terlebih, UMKM yang selama ini dibawa dalam berbagai misi dagang bukan sekadar pameran melainkan mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar.
“Ini bukti bahwa peran Bank Jatim dalam mendampingi UMKM benar-benar berdampak,” terangnya,Rabu (11/02/2026)
Gubernur Khofifah pun menambahkan Pemprov Jatim terus berkomitmen mendorong UMKM dan IKM untuk naik kelas melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi pemasaran, penguatan mutu produk, hingga perluasan akses pasar, baik secara luring maupun digital.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo optimis pihaknya akan mampu menjadi BPD nomor satu di Indonesia pada seluruh parameter baik dari sisi dana pihak ketiga, penyaluran kredit yang berkualitas, pertumbuhan laba, maupun penguatan total aset.
“Kami optimistis pada 2030 nanti, Bank Jatim akan mampu menjadi BPD nomor satu di Indonesia pada seluruh parameter,” pungkasnya.(*/ady)