Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlinePeristiwaSurabaya

Gubernur Khofifah Berbagi Kebahagiaan Dengan 95 Murid Berkebutuhan Khusus

By Redaksi Memo Timur
March 13, 2026

Madiun Motim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berbagi kebahagiaan dengan 95 murid berkebutuhan khusus dari Kota dan Kabupaten Madiun dengan mengajak mereka berbelanja kebutuhan Lebaran di Sun City Mall Madiun, Kamis (12/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut , Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai serta Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berbagi kebahagiaan dengan 95 murid berkebutuhan khusus dari Kota dan Kabupaten Madiun dengan mengajak mereka berbelanja kebutuhan Lebaran di Sun City Mall Madiun, Kamis (12/3/2026).

Setiap murid diberikan voucher untuk dibelanjakan sesuai kebutuhan mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dengan didampingi para guru, para murid tampak antusias dan gembira memilih sendiri barang yang diinginkan, mulai dari pakaian hingga alas kaki.

Gubernur Khofifah bahkan berinteraksi langsung dengan para murid. Ia sempat membantu salah satu anak memilih pakaian sekaligus mencarikan ukuran yang sesuai.

Gubernur juga menyaksikan langsung proses pembayaran yang dilakukan para murid. Wajah-wajah bahagia tampak saat mereka bisa memilih sendiri baju Lebaran, bahkan ada yang menambah belanja dengan membeli sepatu maupun sandal.

Selain voucher belanja, setiap murid juga menerima tambahan uang saku sebesar Rp200 ribu. Mereka juga mendapatkan paket makanan untuk berbuka puasa serta makanan ringan untuk dibawa pulang.

Tak hanya itu, para guru pendamping turut menerima paket sembako dan uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendampingi dan mendidik murid berkebutuhan khusus.

Gubernur Khofifah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kesalehan sosial dan memperkuat rasa persaudaraan di bulan suci Ramadhan, khususnya kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

“Rasanya terharu dan bahagia bisa mengajak 95 murid berkebutuhan khusus belanja kebutuhan Lebaran, menebar kebahagiaan dan meningkatkan kesalehan sosial di bulan Ramadhan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan serupa lebih banyak menyasar lansia dan anak yatim. Namun tahun ini ia ingin menyapa langsung penyandang disabilitas.

“Ada saudara kita yang kebetulan mengalami keterbatasan pada mata, telinga, wicara, maupun fisik. Tetapi mereka tetap semangat mencapai kehidupan yang baik,” jelasnya.

Menurut Khofifah, kegiatan berbagi bersama siswa dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dapat memperkuat nilai kesalehan sosial sekaligus mempererat persaudaraan.

“Bersapa membangun kesalehan sosial untuk memberi penguatan membangun persaudaraan dengan berbagi serta memberi tetesan kebahagiaan antara satu dengan yang lain,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang selama ini sabar mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Terima kasih kepada para guru dan orang tua yang mendampingi putra-putrinya dengan luar biasa. Hal ini menjadi penguat bagaimana kita membangun persaudaraan dengan berbagi,” katanya.

Salah satu pendamping dari SLB Bhakti Luhur Kota Madiun, Suster Mia, mengaku kegiatan tersebut merupakan pengalaman baru bagi para siswa.

Ia mengatakan awalnya mendapat informasi kegiatan tersebut saat menghadiri pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Baru tahun ini ada pembagian seperti ini. Semoga tahun-tahun selanjutnya ada lagi. Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah membantu anak-anak disabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, Paudi, siswi kelas VII salah satu SLB di Madiun, mengaku senang bisa membeli pakaian baru untuk Lebaran.
“Terima kasih Ibu Gubernur Khofifah,” katanya. Ia membeli celana, baju, dan sandal untuk dipakai saat Hari Raya.

Guru SLB Negeri Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Sudarsih, juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada anak didiknya.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuat anak-anak merasa diperhatikan dan bahagia.

Kebahagiaan juga dirasakan Sunari, warga Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, yang mendampingi putrinya, Anisa Nur Rohmah (10), siswa kelas III di SLB Negeri Karangrejo yang memiliki kondisi down syndrome.

“Anak saya senang sekali. Tadi bisa salaman bahkan pelukan dengan Bu Gubernur,” kata Sunari.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar sehingga lebih banyak anak difabel bisa merasakan kebahagiaan yang sama.” Ucapnya(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi Dan Rehabilitasi Sarana Pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Jombang, Nganjuk, dan Blitar

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.