Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mendorong RSUD Dr Soetomo menembus standar global dengan berpartisipasi dalam Annual Educational Conference (AEC) 2026 yang digelar Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) di San Diego, Amerika Serikat.
Keikutsertaan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim itu dalam ajang yang berlangsung pada 19–21 Februari 2026 ini, dinilai sebagai langkah strategis untuk transformasi pendidikan kedokteran di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menegaskan dukungan penuhnya, agar RSUD Dr Soetomo mampu menyelaraskan kualitas layanannya dengan standar internasional.

“Partisipasi RSUD Dr Soetomo dalam konferensi ACGME ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan kedokteran di Jawa Timur agar selaras dengan standar internasional,” ujarnya ,Selasa (24/02/2026)
Target Jadi Rumah Sakit Pendidikan Utama
Menurut Gubernur Khofifah, undangan partisipasi dalam forum bergengsi yang diikuti profesional medis seluruh dunia ini tidak lepas dari peran vital RSUD Dr Soetomo. Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi calon Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).
Ada beberapa target utama yang ingin dicapai Pemprov Jatim melalui delegasi yang dikirim ke Amerika Serikat, antara lain:
*Memperkaya wawasan holistik terkait standar global pendidikan profesi kedokteran.
*Melakukan evaluasi dan penguatan sistem pendidikan medis yang sedang berjalan.
*Implementasi nyata ilmu untuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
*Persiapan menjadi pusat pendidikan kedokteran yang berdaya saing internasional.
Gubernur Khofifah berpesan agar ilmu yang didapat tidak hanya menjadi teori, melainkan diterapkan untuk pelayanan masyarakat.
“Peningkatan kualitas layanan kesehatan harus dimulai dari pendidikan yang unggul. Oleh karena itu, kami mendorong RSUD Dr Soetomo untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan global, dan menjadi pusat pendidikan kedokteran yang berdaya saing internasional,” tegasnya.
Adaptasi Kurikulum Internasional
Sementara itu, Direktur RSUD Dr Soetomo, Prof Cita Rosita, menyambut baik dukungan Gubernur Khofifah.
Ia menyebut ACGME AEC 2026 sebagai momentum emas untuk memperkuat sistem pendidikan residen dan fellow.
“Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem pendidikan residen dan fellow di RSUD Dr Soetomo terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada keselamatan pasien dan mutu layanan,” kata Prof Cita.
Ia menambahkan, hasil dari San Diego akan langsung dijadikan bahan evaluasi kurikulum dan tata kelola pendidikan profesi di rumah sakit rujukan nasional tersebut.
“Kami berkomitmen mengimplementasikan standar pendidikan kedokteran internasional secara bertahap dan berkelanjutan. Harapan kami, RSUD Dr Seotomo tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan nasional, tetapi juga pusat pendidikan kedokteran yang unggul dan kompetitif di tingkat global,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Konferensi ACGME merupakan ajang pembelajaran unggulan di bidang pendidikan kedokteran pascasarjana (Graduate Medical Education/GME) yang diikuti lebih dari 5.000 profesional, pemimpin dan inovator medis dari seluruh dunia.(*/ady)