Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mojolagres menjadi 300 liter per detik guna memperluas layanan air bersih bagi sekitar 100 ribu jiwa.
“Kita merasa bahwa kebutuhan masyarakat yang bisa dilalui oleh SPAM Mojolagres ini khususnya cukup tinggi. Oleh karena itu, tahun 2025 kemarin diinisiasi untuk menambah kapasitas dengan tambahan 100 liter per detik, dari eksisting 200, berarti bisa 300 liter per detik,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat peresmian instalasi pengolahan air (IPA) tambahan berkapasitas 100 liter per detik di Unit SPAM Mojolagres Losari Barat, Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jatim.

Beliau menjelaskan peningkatan kapasitas tersebut merupakan respons atas tingginya kebutuhan air bersih di wilayah layanan yang meliputi Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik.
Menurut Gubernur Khofifah, pembangunan SPAM Regional Mojolagres telah melalui tahapan sejak 2012 secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah.
Pada tahap awal, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum membangun intake, IPA berkapasitas 50 liter per detik, serta jaringan pipa transmisi, sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun jaringan distribusi utama.
Tahap selanjutnya dilakukan pembangunan IPA berkapasitas 150 liter per detik oleh pemerintah pusat yang disertai pembangunan jaringan distribusi oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, hingga kini total kapasitas mencapai 300 liter per detik.
“SPAM untuk regional Mojolagres ini, dari yang dilalui ini ada Mojokerto, ada Lamongan, ada Gresik. Kalau sekarang bisa memberikan layanan ke kira-kira setara 100 ribu jiwa penduduk, kita merasa bahwa kebutuhan masyarakat yang bisa dilalui oleh SPAM Mojolagres ini khususnya cukup tinggi,”terangnya.
Ia menambahkan akses air bersih menjadi fondasi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Harapan kita bahwa PHBS itu akan makin ter-support. Karena pada dasarnya kehidupan yang sehat ini bisa menjadi pondasi untuk bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum,” imbuhnya.
Pengelolaan instalasi dilakukan oleh PT Air Bersih, sedangkan pendistribusian air kepada pelanggan dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mojokerto, PDAM Lamongan, dan PDAM Gresik.

“Saya mohon kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas air bersih yang kita miliki ini. Ini dari PT AB nanti, PT AB akan mengelola, tapi kemudian pendistribusiannya oleh PDAM Mojokerto, PDAM Lamongan dan PDAM Gresik,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan 400 drum aspal melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk mendukung pemeliharaan jalan kabupaten.
“Daerah-daerah juga ingin memperbaiki jalannya, tapi dari yang mengalami kerusakan itu tidak nutut (sampai) APBD-nya. Begitu juga pemprov, maka kita support aspal. Nah, proses pengerjaannya, biaya tukang, itu oleh kabupaten/kota. Ini sudah lebih separuh kabupaten/kota yang kita support dengan aspal dari pemprov,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyatakan dukungan tersebut memperkuat infrastruktur dasar dan diharapkan meningkatkan kesehatan serta produktivitas masyarakat di Kecamatan Gedeg, Jetis, Kemlagi, dan Dawarblandong.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas hubungan pembangunan infrastruktur ini. Ke depan IPA SPAM Mojolagres akan kami koordinasikan bersama PDAM agar pelayanan air bersih dapat optimal,” pungkasnya.(*/ady)