Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
AdvertorialBondowosoEkonomi BisnisFeatureGaya Hidup

Jawa Timur Dapat DAK dari Pusat 45,4 M Untuk Rehabilitasi Daerah Irigasi Seluas 5.281 Hektar

By Redaksi Memo Timur
January 17, 2025

Surabaya Motim – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Jatim, Baju Trihaksoro, menyatakan bahwa kepedulian pemerintah pusat untuk pertanian Jatim cukup besar. Tidak saja dari alokasi pupuk bersubsidi. Namun juga bantuan di sektor irigasi.

Untuk tahun 2025, Jatim mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp45,4 miliar untuk rehabilitasi daerah irigasi (DI). Proyek itu digarap di enam DI dengan total luas 5.281 hektare. “Harapannya bisa menambah luas tanam hingga 2.112 hektare,” kata Baju dikonfirmasi, Senin (13/1/2025).

Proyek Daerah Irigasi di Jawa Timur.

Dijelaskan, bahwa rehabilitasi DI sangat penting sebab jaringan Irigasi ini berfungsi untuk memenuhi dan meningkatkan ketersediaan air pada lahan sawah. Ini akan berdampak pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pangan.

Salah satunya dengan irigasi perpompaan, yakni sistem irigasi dengan menggunakan pompa air yang pendistribusiannya melalui saluran terbuka maupun tertutup. “Nantinya, pemerintah pusat juga akan merevitalisasi Kali Tanggul Jember dengan anggaran Rp 7 miliar,” kata Baju.

Khusus untuk pengairan di Jember, Pemprov mengalokasikan Rp 16 miliar untuk menangani bendung pengendali sedimennya. “Tidak saja untuk menangkal banjir. Ini juga untuk memperkuat suplai air ke lahan pertanian,” pungkas Baju.

Seperti diketahui, produksi pertanian di Jatim masih bisa digenjot lagi. Salah satu upayanya dengan memperkuat sarana irigasi. Itu bisa dilakukan pada lahan-lahan pertanian yang belum tersentuh fasilitas pengairan.

Data Kementerian Pertanian (Kementan), ada 488.379 hektare sawah nonirigasi di Jatim. Lahan-lahan itu hidup dari air hujan dan sumber air dari alam. Jika sarana irigasi diperkuat, maka sawah nonirigasi itu bakal lebih produktif.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Pj.Walikota Mojokerto Hadiri Sidang Paripurna DPRD Kota Mojokerto Umumkan Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2025-2030

Next

Pj. Gubernur Adhy Karyono Upayakan Stabilisasi HET LPG 3Kg di Jatim

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.