Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlinePeristiwaSurabaya

Kadiskop dan UKM Jatim : Optimis Koperasi Desa Tembakau di Madura Bisa Jadi Pilot Project Kawasan Ekonomi Khusus.

By Redaksi Memo Timur
February 25, 2026

Surabaya Motim – Kepala Dinas koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa mengaku optimistis bahwa pulau Madura bisa menjadi pilot project KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tembakau.

Bukan tanpa alasan, mengingat pulau Madura memiliki budidaya tembakau terbesar di Indonesia. Disamping itu, sebagian besar masyarakat di pulau Madura ini adalah petani tembakau.

“Beberapa hari yang lalu, bapak Menkop Ferry Yuliantono mengukuhkan pengurus Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera. Itu adalah koperasi sektor riil yang bergerak di bidang pertembakauan. Pak menteri mengukuhkan beberapa pengurus dan disampaikan pula keinginan beliau untuk mendorong Madura itu punya kawasan ekonomi khusus (KEK) tembakau,” Tutur Kadiskop dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa .

“Bahwa pihaknya optimistis nantinya ke depan di Madura akan bisa didorong ada industri tembakau yang memiliki aturan cukai khusus.

“Jadi cukainya tidak cukai yang kelas satu. Diharapkan nanti cukai itu punya cluster sendiri. Kalau industri besar cukainya kelas satu dan diolah oleh pemerintah pusat. Tetapi di KEK tembakau Madura ini diharapkan yang penting adalah industri tembakau atau industri rokok di sana itu bisa maju,” terangnya , Senin(23/02/2026)

” Meskipun saat ini di Madura belum ada investor yang akan mendirikan rokok berbasis koperasi. Kalaupun ada investor, mereka di daerah-daerah yang mendekati Suramadu.
Salah satu penyebab belum adanya investor besar bisa masuk ke Madura yang menjadi kendala utama beberapa infrastruktur pendukung, terutama listrik dan lain-lain.

“Kalau koperasi ini sifatnya dari masyarakat jadi bukan industri besar. Justru dari koperasi-koperasi yang dari masyarakat langsung diharapkan dibentuk industri dengan kawasan ekonomi khusus tembakau. Di Pamekasan sudah 9 koperasi, jadi gerainya nanti diperkirakan akan ditambah 5 lagi. Pada bulan maret kira-kira 14 koperasi yang gerainya sudah jadi 100% di pamekasan,” jelasnya ,usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Jatim.

“Harapan kita bahwa dengan munculnya koperasi induk tembakau ini kedepannya tembakau ini menjadi salah satu usaha untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Madura. Harapannya itu juga disampaikan pak menteri bahwa nanti akan ada pengusaha-pengusaha besar yang lahir dari madura,” pungkasnya.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Khofifah Dorong RSUD Dr Soetomo Tembus Standar Global lewat ACGME AEC 2026 San Diego

Next

Dishut Jatim Tinjau Penanaman Restorasi Program SETAPAK di Kabupaten Tulungagung

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.