Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineJemberPeristiwaSurabaya

Makna Mujahadah An Nafs dalam Kisah Nabi Yusuf AS

By Redaksi Memo Timur
February 26, 2026

Jakarta,Motim – Mujahadah an nafs adalah upaya bersungguh-sungguh dalam mengendalikan hawa nafsu agar tidak terjerumus dalam perbuatan tercela. Dikutip dari materi Pendidikan Agama Islam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, salah satu contoh nyata mujahadah an nafs dapat ditemukan dalam kisah Nabi Yusuf AS.

Secara bahasa, mujahadah berarti bersungguh-sungguh, sedangkan nafs berarti diri atau hawa nafsu. Dengan demikian, mujahadah an nafs dimaknai sebagai kesungguhan seseorang dalam mengendalikan diri demi menjaga akhlak dan ketaatan kepada Allah SWT.

Kisah Nabi Yusuf AS dalam Al-Qur’an

Kisah Nabi Yusuf AS diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Yusuf (surat ke-12). Sejak kecil, Nabi Yusuf AS telah menghadapi berbagai ujian berat. Ia dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya karena rasa iri dan dengki.

Setelah ditemukan oleh kafilah dagang, beliau dijual sebagai hamba sahaya di Mesir. Saat beranjak dewasa, ketampanan dan akhlaknya menarik perhatian istri majikannya yang kemudian menggoda dan merayunya.

Namun, Nabi Yusuf AS dengan tegas menolak ajakan tersebut. Bahkan ketika difitnah dan diancam, beliau lebih memilih dipenjara daripada mengikuti hawa nafsu.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surah Yusuf ayat 33:

“Yusuf berkata, ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung kepada mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.’”

Ayat ini menjadi bukti kuat bagaimana Nabi Yusuf AS mempraktikkan mujahadah an nafs dalam kehidupan nyata.

Ujian di Penjara dan Sikap Pemaaf

Meski tidak bersalah, Nabi Yusuf AS tetap dijebloskan ke dalam penjara. Di sana, ujian belum berhenti. Namun beliau tetap sabar, menjaga iman, dan tidak menyerah pada keadaan.

Ketika akhirnya Allah SWT memberikan kemuliaan dengan mengangkat derajatnya, Nabi Yusuf AS kembali dipertemukan dengan ayahnya, Nabi Yakub AS, serta saudara-saudaranya.

Yang luar biasa, Nabi Yusuf AS tidak menuntut balas atas perlakuan saudara-saudaranya di masa lalu. Sikap pemaaf tersebut menjadi bukti pengendalian diri yang sempurna.

Contoh Perilaku Mujahadah An Nafs dalam Kisah Nabi Yusuf AS

  1. Menolak godaan dan rayuan istri majikannya demi menjaga kehormatan diri.

  2. Bersabar dan tetap beriman meski difitnah serta dipenjara.

  3. Tidak membalas dendam kepada saudara-saudaranya.

Kisah Nabi Yusuf AS mengajarkan bahwa mujahadah an nafs bukan sekadar teori, melainkan perjuangan nyata dalam menjaga akhlak, kesabaran, dan keteguhan iman.

Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi untuk terus mengendalikan diri dan memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Mudik Gratis Jalur Laut , Dishub Jatim Matangkan Persiapan Lebih Awal

Next

Larangan Berkata Kasar dalam Islam, Rasulullah SAW Minta Tinggalkan

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.