Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Hadiri Sosialisasi KUR Program Perumahan
Surabaya Motim – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar Sosialisasi KUR Program Perumahan di Graha REI Surabaya, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait, Kepala Dinas Perumahan Rakyat , Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jatim I Nyoman Gunadi, para pengembang anggota REI dari berbagai daerah di Jawa Timur
Pada Sambutannya, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur, M. Ilyas, menyampaikan apresiasi dan antusiasme tinggi atas peluncuran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang digagas Kementerian Perumahan Rakyat. Hal itu disampaikannya dalam acara Sosialisasi KUR Perumahan untuk para pengembang anggota REI yang digelar di Graha REI Jawa Timur, Rabu malam (15/10) yang dihadiri langsung .
Dalam sambutannya, M. Ilyas mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas hadirnya program KUR Perumahan yang dinilai menjadi solusi nyata bagi para pengembang kecil dan menengah, khususnya di daerah.
“Kami sangat antusias menyambut program ini. Karena semangatnya, dalam empat hari sejak link pendaftaran kami buka, sudah lebih dari 170 developer yang menyatakan minat dengan nilai total mencapai Rp857 miliar. Angka ini diperkirakan bisa tembus Rp1 triliun dalam waktu dekat,” ujar Ilyas.

Ia menjelaskan, DPD REI Jawa Timur merupakan DPD dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia, dengan sekitar 600 anggota aktif. Tiap perusahaan rata-rata mengelola dua hingga tiga proyek, sehingga jumlah proyek perumahan yang digarap anggota REI Jatim mencapai ribuan unit.
Menurut Ilyas, banyak pengembang daerah selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan akses kredit dari perbankan karena proses yang panjang dan suku bunga tinggi. Banyak di antara mereka akhirnya mengandalkan pinjaman dari lembaga non-bank dengan bunga di atas 15 persen.
“Karena itu, hadirnya KUR Perumahan ini menjadi kabar baik bagi kami semua. Ini program yang sangat membantu para pelaku usaha properti, terutama di daerah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ilyas juga memberikan apresiasi kepada Menteri Perumahan atas berbagai kebijakan yang mendukung sektor properti, mulai dari peningkatan kuota FLPP hingga kebijakan pembebasan PPN dan retribusi PBB melalui SKB tiga menteri.
Ia menambahkan, sektor properti memiliki multiplier effect yang sangat luas terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pergerakan 170 industri turunan. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat terus menghadirkan kebijakan yang mampu menggairahkan kembali sektor properti seperti pada masa keemasan tahun 2017.
“Jika sektor properti bangkit, maka ekonomi juga ikut tumbuh,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Ilyas menyampaikan akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI Jawa Timur pada 26 November mendatang, sekaligus menegaskan komitmen REI Jatim untuk mendukung penuh pelaksanaan program KUR Perumahan di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Kami siap mensosialisasikan program ini ke 10 komisariat REI di seluruh Jatim. Semoga sektor properti kembali bergairah dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/ady)