Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlinePeristiwaSurabaya

Meski Unggul Fasilitas, Kadishub Jatim: Embarkasi Dhoho Belum Masuk Keputusan Menteri

By Redaksi Memo Timur
November 18, 2025

Surabaya Motim – Jawa Timur (Jatim) mendapatkan tambahan kuota haji sekitar 7.000 orang. Sementara, keputusan menteri, memastikan embarkasi Dhoho, Kediri, masih belum bisa memberangkatkan haji. Pemberangkatan masih terpusat di Juanda. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jatim, Nyono, Senin (17/11).

Ia menjelaskan bahwa terkait proses keimigrasian dan teknis keberangkatan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah RI telah mengeluarkan keputusan resmi yang menetapkan Embarkasi Juanda sebagai pusat pemberangkatan jemaah haji dari Jatim.

Nyono juga menyinggung wacana penggunaan Bandara Dhoho, Kediri, sebagai alternatif embarkasi haji. Namun hingga kini, bandara tersebut belum masuk dalam keputusan menteri.

“Ada satu alasan alternatif untuk embarkasi haji. Namun tertolak sehingga belum masuk dalam keputusan menteri. Karena polemik yang ada di Dhoho kemarin sehingga belum bisa masuk keputusan menteri,” terangnya.

Padahal, kata Nyono, Bandara Dhoho memiliki keunggulan dari sisi fasilitas pesawat. Bandara tersebut mampu dilintasi pesawat tipe Boeing 777, pesawat berbadan lebar berkapasitas besar.

Sementara itu, Bandara Juanda saat ini hanya dapat melayani pesawat maksimal Airbus 330 dengan kapasitas sekitar 450 penumpang.

“Kalau di Dhoho bisa sampai 450 sampai 500 penumpang. Tapi Boeing 777 tidak bisa landing di Juanda karena kondisi runway kita yang perlu perbaikan,” katanya.

Terkait dukungan transportasi bagi tambahan 7.000 jemaah, Nyono menegaskan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah masing-masing. “Untuk dukungan transportasinya nanti ya dari Pemda masing-masing,” pungkasnya.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Wagub Emil Elestianto Dardak Apresiasi Langkah DPRD Jatim Dorong Perlindungan Pembudidaya Ikan dan Petani Garam

Next

Butuh Dana 7 Trilliun , Dishub Jatim Rencanakan Bangun Pelabuhan Probolinggo

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.