Musholla Nurul Islam Surabaya Gelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Surabaya Motim – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 1447 Hijriah atau 2025 Masehi menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk merenungkan kembali ajaran dan teladan Rasulullah. Mengangkat tema yang relevan dan penuh makna akan membuat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW semakin berkesan.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag RI), Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.
Suasana khidmat dan penuh hikmah terasa di Musholla Nurul Islam Jl.Lasem RT.13 ,RW.5 Dupak Bangunrejo Surabaya dengan sekitar 300 jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pada Rabu 10 September 2025 .



Acara ini bertujuan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW serta meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam.
Kegiatan dimulai setelah Shalat Isya berjamaah. Jamaah yang hadir tampak larut dalam lantunan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, menciptakan suasana religius yang mengharukan.
Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh K.H Imam Hambali dari Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya yang menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tausiyahnya, K.H Imam Hambali mengajak jamaah untuk memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga ukhuwah Islamiyah.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri dan meneladani akhlak beliau yang penuh kasih sayang, jujur, dan amanah,” tuturnya dalam ceramahnya.


Acara juga dimeriahkan dengan penampilan hadrah Badrut Tamam Surabaya . Tak hanya warga sekitar, kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, dan pelajar yang turut memeriahkan suasana.
Ketua Takmir Musholla Nurul Islam Surabaya Ustad Sakri menyampaikan harapannya agar kegiatan Maulid ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang tak hanya memperkuat ukhuwah umat Islam, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Kami ingin menjadikan musholla sebagai pusat kegiatan umat, tempat berkumpul dan menimba ilmu, bukan hanya untuk salat berjamaah,” jelasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dengan seluruh jamaah. Momen kebersamaan ini semakin mempererat silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia.” Pungkasnya.(*/ady)