Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
LumajangPeristiwa

Musim Hujan, BPBD Antisipasi Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang

By admin
October 21, 2020

Lumajang, Motim – Hujan deras hampir terjadi setiap hari di Kabupaten Lumajang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang pun mengantisipasi bencana alam yang kemungkinan terjadi. Utamanya banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan, pihaknya mengantisipasi adanya banjir di Kecamatan Rowokangkung. Meskipun tanggul yang jebol sudah diperbaiki, jika debit air tinggi, air masih mengancam pemukiman warga.

“Iya, di sana masih tetap kita antisipasi,” ujarnya, Selasa (20/10).

Kemudian, untuk tanah longsor, wilayah yang rawan terjadi longsor diantaranya di Jalur Piket Nol, Kecamatan Tempursari, dan Kecamatan Senduro. “Untuk longsor masih tetap untuk titik-titik rawannya,” kata dia.

Sedangkan pohon tumbang, kata Wawan, tidak hanya rawan di jalan-jalan protokol, namun hampir di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang. “Bukan hanya di pinggir-pinggir jalan saja, namun bisa menyeluruh,” ungkapnya.

BPBD pun, bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi adanya bencana yang terjadi. Sehingga penanganan bisa cepat dilakukan ketika terjadi bencana. “Kita juga koordinasi dengan jajaran lainnya,” tegasnya.

Sejauh ini, memang masih belum dibangun pos terpadu untuk mengantisipasi dan penanganan bencana alam. Namun dalam waktu dekat, ada kemungkinan pos terpadu kembali dijalankan. “Kita masih menunggu koordinasi selanjutnya,” pungkasnya. (fit)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Banjir Bandang dan Tanah Longsor, 3 Ruang Kelas SMP Rusak

Next

Santunan untuk Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal Belum Turun

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.