Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Ning Lia Istifhama : Dzikir dan Sholawat di Grahadi , Ruang Spiritual yang Sekaligus Hidupkan UMKM

By Redaksi Memo Timur
August 9, 2026
Gubernur Khofifah bersama Anggota DPD RI Ning Lia Istifhama dalam Dzikir , Sholawat dan Doa di Halaman Gedung Grahadi Surabaya.

Surabaya Motim – Kegiatan dzikir, sholawat, dan doa bersama dalam rangka menyambut serta mensyukuri Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Acara yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Sabtu (8/8/2026) malam itu menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf sebagai pemimpin lantunan sholawat bersama masyarakat.

Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H., Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Syeikh Prof. Dr. Mohammad Abdul Shomad Mehanna Penasihat Imam Besar Al-Azhar beserta jajaran ulama dari Mesir, Mohammad Ghofirin Ketua BAZNAS Jawa Timur periode 2026–2031 terpilih, Dr. H. Sujak, http://M.Ag. Ketua PW DMI Jawa Timur, serta jajaran OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

*Apresiasi untuk Ruang Positif*
Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah spiritual masyarakat, tetapi juga menciptakan ruang sosial dan ekonomi yang berdampak langsung.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang konsisten memberikan ruang bagi kegiatan positif seperti dzikir dan doa bersama yang melibatkan masyarakat secara luas,” ujar Ning Lia, Sabtu (8/8/2026).

Ning Lia Istifhama Anggota DPD RI bersama Para Pedagang di Acara Dzikir,Sholawat dan Doa di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Menurutnya, dzikir, sholawat, dan doa bersama memiliki nilai penting karena menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus menjadi sarana untuk mensyukuri perjalanan bangsa.

“Kita mengapresiasi Ibu Gubernur yang terus menjaga kegiatan-kegiatan positif, dzikir, sholawat, dan doa untuk mensyukuri 81 tahun Indonesia merdeka,” katanya.

Lia juga menyoroti bahwa rangkaian kegiatan Pemprov Jatim tidak berhenti pada seremoni. “Selain nobar kemarin, ada lomba, dan sekarang bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf,” tambahnya.

*Dampak Sosial dan Ekonomi*
Kehadiran Habib Syech menarik antusiasme besar dari masyarakat dan para pecinta sholawat. Lantunan sholawat yang menggema di kawasan Grahadi menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan.

Bagi Ning Lia, tingginya antusiasme ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dan sosial masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat Jawa Timur.

“Pemerintah perlu terus memberikan ruang bagi kegiatan positif yang mempererat hubungan sosial dan membangun suasana kondusif,” ujarnya.

Ia juga menekankan efek ekonomi dari kegiatan berskala besar ini. “Pecinta sholawat berkumpul. Dan ini bukan hanya mengajak masyarakat berkumpul, tetapi salah satu poin utama dalam kegiatan Gubernur adalah selalu memberikan ruang bagi para pelaku usaha,” kata Lia.

Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk menjajakan produk mulai dari minuman, makanan ringan, gorengan, hingga kebutuhan lainnya.

“Mereka jualan minuman, gorengan, dan sebagainya. Mereka merasakan langsung manfaat dari kebaikan yang difasilitasi Gubernur,” tutur Lia.

*Pembangunan yang Menyentuh Akar Rumput*
Menurut Ning Lia, sholawat dan doa bersama menjadi contoh pemanfaatan ruang publik secara produktif. Masyarakat mendapatkan ruang untuk memperkuat silaturahmi dan spiritualitas, sementara pelaku usaha mendapatkan kesempatan menambah pendapatan.

“Pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi skala besar. Penguatan ekonomi masyarakat melalui aktivitas UMKM juga bagian yang tidak terpisahkan,” jelasnya.

Semangat syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia, lanjutnya, diwujudkan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan, doa, sholawat, serta terbukanya ruang ekonomi bagi masyarakat.

Bagi Lia, kegiatan yang mampu menghadirkan manfaat sosial sekaligus ekonomi merupakan bentuk kegiatan publik yang patut terus dipertahankan dan dikembangkan di Jawa Timur.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Khofifah Gelar Zikir, Sholawat dan Doa Bersama Habib Syech di Grahadi

Next

Jaga Mental Atlet, KONI Jatim Gandeng FPPI dan RSD Moeljono Lewat Deklarasi

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.