Panitia Event Jatim Jalan Sehat 1 Muharam Buka Suara: Tertib Rute Kunci Kelancaran, Hadiah Sisa Dialihkan ke Event Besar Berikutnya

Surabaya Motim – Penyelenggara event Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan klarifikasi dan evaluasi menyeluruh terkait kendala operasional yang sempat memicu ketidaknyamanan dan penumpukan massa pada pelaksanaan acara beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan resmi, panitia menegaskan seluruh petugas lapangan telah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Namun, kendala pada jalur distribusi menjadi pemicu utama terjadinya kepadatan.
Panitia menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Situasi kurang kondusif diduga terjadi karena sebagian peserta menggunakan jalur di luar rute resmi yang telah ditetapkan. Padahal, beberapa titik rute resmi justru terpantau sepi.

“Petugas yang disiapkan di lapangan sudah memiliki SOP seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya, jika masyarakat melewati rute yang sudah ditentukan, insyaallah kejadian seperti ini tidak akan terjadi,” ujar Imam Hidayat, perwakilan penyelenggara, saat memberikan keterangan di lokasi.Selasa(16/06/2026)
Sebagai bukti ketidakmerataan distribusi, panitia mencatat masih terdapat sekitar *6.700 kupon tiket* dan *10.000 paket makanan ringan* yang tidak sempat diambil peserta. Logistik tersebut kemudian dikembalikan ke posko utama yang disiapkan khusus untuk pengumpulan dan koordinasi.
Secara berkala, kepanitiaan juga telah mengerahkan kekuatan personel yang masif, meliputi *150 personel internal* ditambah dukungan penuh dari rekan-rekan *Islamic Center*.
*Apresiasi untuk Peserta Berkostum Unik*
Meski diwarnai kendala, panitia tetap memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang tetap tertib dan memeriahkan suasana dengan kostum-kostum unik. Panitia menegaskan, penilaian dan pembagian hadiah kategori ini didasarkan pada kreativitas kostum, bukan berdasarkan kupon.

Solusi dan Langkah ke Depan
Menanggapi sisa hadiah yang belum terdistribusikan, penyelenggara memastikan seluruh hadiah tidak akan hangus. Hadiah akan dialokasikan kembali untuk menyemarakkan rangkaian event besar Provinsi Jawa Timur berikutnya, seperti peringatan Hari Jadi Provinsi dan agenda strategis lainnya.
Sebagai penutup, panitia menyampaikan permohonan maaf dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan introspeksi untuk perbaikan manajemen kerumunan (_crowd management_) pada event mendatang.
“Bagi kami, ini menjadi momen untuk bermuhasabah dan mengevaluasi apa yang kurang hari ini. Ke depan, salah satu faktor utama kesuksesan acara adalah ketertiban masyarakat agar bersama-sama mendukung kelancaran acara,” pungkas Imam Hidayat.(*/ady)