Paripurna Istimewa HUT ke-81 Jatim , Gubernur Khofifah Paparkan Capaian Jatim Agro hingga Desa Mandiri Tembus 4.716 Desa

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi perhatian dan dukungan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terhadap sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di Jawa Timur. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan Khofifah dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran beserta jajaran Kementerian Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Jawa Timur.
“Terima kasih, Pak Menteri, sudah bisa hadir. Perhatian Pak Menteri dan dukungannya sangat banyak untuk sektor peternakan, perkebunan, dan pertanian di Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh jajaran dan tim beliau,” kata Khofifah.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur terus memperkuat perannya sebagai lumbung pangan nasional melalui pengembangan potensi lokal, penguatan produksi pertanian, serta peningkatan kesejahteraan petani. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan generasi mendatang.
“Melalui Jatim Agro, kami memperkuat Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Jawa Timur masuk dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Khofifah.
*Produksi Padi 10,44 Juta Ton, Tertinggi Nasional*
Khofifah memaparkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 9,27 juta ton GKG.
Bahkan, BPS memproyeksikan produksi padi periode Januari-November 2026 di Jawa Timur sebesar 10,24 juta ton, tumbuh 2,8 persen dari tahun sebelumnya. Capaian tersebut memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Menurut Khofifah, sektor pertanian merupakan salah satu kekuatan utama Jawa Timur dalam memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus mendorong pengembangan ekosistem pertanian yang mandiri dan berdaya saing, termasuk melalui penguatan peran petani milenial.
Khofifah juga menekankan pentingnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan melalui perlindungan sumber daya alam, terutama air dan kesuburan tanah. Menurutnya, pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan saat ini tanpa mengabaikan kepentingan generasi mendatang.
Ia mengungkapkan bahwa sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi pertanian di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur yang memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Untuk itu, Kementerian Pertanian terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
*Kemiskinan Ekstrem Turun, Desa Mandiri Melonjak*
Selain capaian pangan, Gubernur Khofifah juga memaparkan keberhasilan penanggulangan kemiskinan. Tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa Timur pada periode Maret 2026 kian melandai dan nyaris tuntas di angka 0,29 persen.
Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penguatan peran desa sebagai episentrum ekonomi kerakyatan. Saat ini, Jawa Timur mencatatkan 4.716 desa mandiri melalui optimalisasi BUMDes dan perluasan desa wisata.
“Seluruh orkestrasi pembangunan ini kita jadikan desa sebagai episentrumnya, karena pada dasarnya sektor pertanian banyak di desa. Potensi lokal terbukti mampu berbicara di panggung global berkat kerja keras sinergis antara pemerintah pusat, pemprov, kabupaten/kota, hingga tingkat desa,” ujar Khofifah.
Capaian positif juga dicatatkan pada sektor ketenagakerjaan, di mana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim berhasil ditekan hingga 3,42 persen pada Mei 2026. Resiliensi ekonomi ini turut ditopang oleh kualitas pendidikan vokasi berstandar global, di mana sebanyak 4.915 lulusan SMK di Jatim telah diserap bekerja dan magang di 13 negara.
*Jatim Akses dan Infrastruktur Strategis*
Konektivitas wilayah turut diperkuat melalui program Jatim Akses. Transportasi massal Trans Jatim kini telah mengoperasikan 8 koridor yang melayani wilayah Gerbangkertasusila dan Malang Raya dengan total akumulasi penumpang mendekati 23 juta jiwa serta tingkat okupansi mencapai 103 persen.
Infrastruktur strategis seperti ruas jalan Pantai Selatan (Pansela) di Tulungagung sepanjang 51,56 kilometer dan Tol Gending-Paiton sepanjang 24 kilometer juga telah resmi dibuka guna memperlancar arus logistik daerah.
Sementara itu, pada sektor pendidikan dan kesehatan, lulusan SMA, SMK, dan Aliyah di Jatim sukses mencatatkan rekor 7 tahun berturut-turut diterima terbanyak di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia. Adapun cakupan jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) telah melindungi 96,12 persen warga Jatim per September 2026, dengan usia harapan hidup menembus 75,36 tahun.
Menutup pidatonya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa seluruh capaian dalam bingkai Nawa Bhakti Satya ini merupakan hasil kerja kolektif lintas elemen yang harus terus dikawal melalui sinergi konstruktif bersama legislatif.
“Falsafah Jer Basuki Mawa Beya mengingatkan kita bahwa keberhasilan memerlukan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. Nilai tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan amanat rakyat untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.(*/ady).
